Buku Black Book of Rover Scout

Sebuah buku yang harus dimiliki Pramuka Penegak Pandega, maupun pembina buat adik didiknya. Ditulis berdasarkan pengalaman selama berkegiatan pramuka oleh purna DKD Jatim.

Buku Materi Pramuka

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai buku materi Kepramukaan, antara lain : Buku Boyman, Buku Panduan SKU, Buku UU Pramuka, Buku PP Pramuka, Dll.

Aksesoris Pramuka

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai Tenda Dome kapasitas 2 dan 4 orang.

Aneka Produk Loreng Pramuka

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai macam produk berbahan kain Loreng Pramuka. Produk kami antara lain : Jaket, Celana, Rompi, Topi, dll.

Tanda Jabatan Pramuka

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai tanda jabatan bagi peserta didik, pembina maupun, andalan kwartir.

Pelayani Pemesanan Pin, Gantungan Kunci, ID Card

Kedai Pramuka Scout Addict juga melayani pemesanan pin, gantungan kunci, Id Card, dll untuk kegiatan maupun souvenir.

Dokumentasi Pengiriman

Dokumentasi dari pesanan yang pernah kami kirimkan. Kami pernah mengirim pesanan dari Aceh sampai Papua.

Minggu, 24 Agustus 2014

Badge Jambore Jawa Timur 2014

Bagi kakak-kakak yang menginginkan badge Jambore Jawa Timur 2014, yang di selenggarakan di Serut Kabupaten Blitar, tanggal 13-19 Agustus 2014, bisa di Pesan di Scout Addict

Pemesanan sms 0812 1774 6083

Jumat, 22 Agustus 2014

Inilah Desa Pramuka Satu-satunya di Indonesia

MALANG - Upaya menjadikan Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, sebagai Desa Pramuka tak lepas dari peran besar Bupati Malang Rendra Kresna. Seperti diketahui, Rendra Kresna baru saja meraih penghargaan Melati Gerakan Pramuka dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pekan lalu.

Bahkan, saat ini Lebakharjo menjadi satu-satunya Desa Pramuka di Indonesia. Mulai dari nama jalan di desa tetap berciri khas nama pramuka hingga aktivitas warga setempat juga mendukung aktivitas pramuka.

Kepala Desa Lebakharjo Wiyadi mengatakan, kawasan desa yang dipimpinnya cukup khas. Ini terlihat dari nama-nama jalan yang ada di desa tersebut, memakai nama-nama khas pramuka. Sebut saja, Jl Penggalang Ramu, Jl Siaga Bantu, Jl Saka Bahari, Jl Saka Wanabakti, hingga Jl Siaga Tata.

”Bahkan, di desa kami juga ada rumah singgah Presiden Suharto, yang sering disebut rumah presiden oleh warga masyarakat. Karena rumah tersebut dijadikan tempat singgah Presiden Suharto pada saat ada perkemahan Asia Pasific pada 1978 silam,” jelas Wiyadi seperti yang dilansir Radar Malang (Grup JPNN.com), Jumat (22/8).

Selain itu, kata Wiyadi, Lebakharjo juga pernah meraih juara II lomba lingkungan hidup tingkat dunia, pada 1988. Setelah itu, Lebakharjo juga dipercaya kembali menjadi tuan rumah perkemahan tingkat dunia yang diikuti 38 negara. Yakni, perkemahan Wira Karya (Comdeca) pada 1993. ”Alasan dua kali menjadi tempat perkemahan tingkat dunia, karena kala itu Lebakharjo menjadi satu-satunya kawasan perkemahan tingkat dunia yang dimiliki oleh Indonesia. Dan, sekarang menjadi satu-satunya desa pramuka di Indonesia,” papar dia.

Sumber daya alam yang dimiliki Desa Lebakharjo sangat potensial dan melimpah. Desa ini dikelilingi pegunungan dan tebing, aliran sungai yang jernih, serta hamparan sawah dan pantai. Tak hanya itu, masyarakat desanya yang ramah menjadi faktor pendukung, Lebakharjo sebagai Desa Pramuka. ”Setiap ada kegiatan pramuka maupun perkemahan, masyarakat selalu ikut mendukung suksesnya kegiatan perkemahan tersebut,” ujarnya.

Masyarakat desa, lanjut dia, dari dahulu sudah ikut kegiatan pramuka. Bahkan, sejak sebelum dilaksanakannya perkemahan Asia Pasific. Regenerasi tetap berjalan hingga sekarang, mulai dari tingkat pendidikan. Tanpa disadari, masyarakat yang dahulu ikut pramuka telah mengamalkan Dasa Dharma dan Trisatya Pramuka.

”Kami menunggu dibuatnya keputusan resmi dari kwartir nasional yang menjelaskan secara resmi Desa Lebakharjo sebagai Desa Pramuka,” jelas Wiyadi. Sebab, selama ini belum ada keputusan tentang hal itu serta dibuatnya, tempat perkemahan yang permanen, karena tempat kemah masih berada di perkebunan.

”Jika dibanding dengan Bumi Perkemahan Cibubur, sebenarnya masih mempunyai sejarah perkemahan Lebakharjo. Tetapi dari sarana dan prasana yang memadai untuk perkemahan, masih maju di Cibubur,” terang Wiyadi. Dilihat dari sejarah, Lebakharjo cukup berpotensi menjadi Desa Pramuka

Sumber : http://www.jpnn.com/read/2014/08/22/253275/Inilah-Desa-Pramuka-Satu-satunya-di-Indonesia-

Rabu, 20 Agustus 2014

Bakar Batu Warnai HUT Pramuka di Deiyai Papua

Deiyai, Peringatan Hari Uang Tahun Gerakan Pramuka ke-53 14 Agustus 2014, berlangsung aman dan tertib di lapangan Thomas Adii Waghete Kamis (14/8). Acara diwarnai bakar batu di Kabupaten Deiyai halaman SMA N Tigi Waghete yang juga sebelumnya digunakan sebagai tempat perkemahan Bakti Sosial. Berbagai kegiatan dilaksanakan menjelang peringatan HUT Gerakan Pramuka dilaksanakan melalui Panitia yang ketuai oleh Felix Tekege, S.Sos.
Berikut laporan jalannya acara perkemahan Bakti Sosial hingga pelaksanaan peringatan HUT Gerakan Pramuka yang diikuti oleh 3 Kwarcab di wilayah Meuwodide, yakni Kwarcab 26-26 Deiyai, Kwarcab 26-09 Paniai . Kwarcab 26-22 Dogiyai, dipusatkan di lapangan Thomas Adii Waghete Deiyai Papua Indonesia.
Sebelumnya tahun 2013, Kwarcab 26-09 Paniai menjadi tuan rumah untuk melaksanakan HUT Gerakan Pramuka ke-52 tahun 2013 lalu, tahun 2014 Kwarcab 26-26 Deiyai menjadi tuan rumah. Panitia pelaksana melaksanakan sejumlah kegiatan diantaranya penghijauan tempat umum, kebersihan kota dan mendapatkan sejumlah materi tentang Kantibmas oleh pihak Kepolisian Resort Tigi.
Perkemahan Bakti Sosial, diikuti oleh 200 orang peserta, masing-masing dari Kwarcab. Perkemahan Bakti Sosial yang dimulai sejak tanggal 12-14 Agustus tersebut melibatkan semua uncertain gugus depan, Saka, Kwaran, Dewan Kerja Cabang, tidak ketinggalan pula pengurus Kwartir Cabang 26-26 Deiyai sebagai tuan rumah.
Tepatnya tanggal 14 Agustus merupakan hari pelaksanaan Perayaan HUT Pramuka. Wakil Bupati Kabupaten Deiyai Agustinus Pigome, S.Ag selaku Kak Mabicab bertindak sebagai pembina upacara. Dalam pidatonya menyebutkan Sesunggunyalah pada saat ini, kaum muda dihadapkan pada dua masalah besar yaitu yang berkaitan dengan masalah sosial dan masalah kebangsaan.
“Masalah sosial meliputi mengkonsumsikan minuman keras, perjudian berupa Toto gelap dan serupa lainnya, hubungan seksual pra-nikah dan aborsi yang disebabkan pergaulan bebas; perkelahian, serta kriminalitas remaja,’’ ungkap Kak Mabicab.
Sedangkan masalah kebangsaan kata Agustinus antara lain meliputi solidaritas sosial rendah; semangat kebangsaan rendah; semangat bela negara rendah; dan semangat persatuan dan kesatuan rendah. Hampir setiap hari media massa cetak dan elektronik memberitakan bahwa gambaran kaum muda masih mengalami tingginya angka putus sekolah; sulitnya mendapatkan pekerjaan karena terbatasnya ketrampilan yang dimiliki; rendahnya rasa hormat kaum muda kepada orang yang lebih tua dan para guru. ”Perubahan gaya hidup yang menjurus pada perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok pada usia muda,” cetusnya.
Ia menegaskan, permasalahan ini tentu saja sangat memprihatinkan kita semua. Untuk kepentingan bangsa dan negara pada masa depan, pelbagai masalah dan atau tantangan yang dihadapi tersebut, tentu saja harus segera dapat ditanggulangi. Disinilah menjadi penting peranan gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non grave yang tujuan utamanya adalah untuk membentuk kaum muda berkarakter, menanamkan semangat kebangsaan, dan meningkatkan keterampilan.
“Untuk itulah, kerjasama dengan berbagai pihak sangat diharapkan, karena kaum muda merupakan bagian terbesar penduduk Indonesia yang harus diselamatkan dari cengkraman berbagai masalah,” jelas Agustinus.
Dia menterjemahkan module nasional, dalam kurun satu dasawarsa dapat dicatat 3 (tiga) momen penting perkembangan Gerakan Pramuka, yaitu pertama, Bapak Presiden RI telah mencanangkan kembali Revitalisasi Pramuka pada Hari Pramuka tahun 2006 yang saat ini tampak keberhasilannya dengan semakin marak kegiatan kepramukaan di berbagai daerah; kedua, terbitnya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang memperkuat legalitas Pramuka di negeri ini. Dengan telah terbitnya Undang-Undang tersebut maka pelaksanaan pendidikan kepramukaan pada saat ini tidak lagi hanya sekedar mengisi masa senggang kaum muda dengan pelbagai kegiatan yang positif, akan tetapi telah meningkat menjadi kewajiban setiap warga negara untuk mengimplementasikannya; dan ketiga, masuknya pendidikan kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstra kurikuler wajib yang mulai diberlakukan pada bulan Juli 2014 lalu.
Gerakan Pramuka sebagai lembaga pendidikan non grave akan melengkapi pendidikan spontaneous yang diperoleh anak-anak dalam keluarga, dan pendidikan grave di sekolah.
“Hal ini mengingat pendidikan grave saja tidaklah cukup untuk menghasilkan kaum muda yang handal dan berkarakter. Sedangkan peranan keluarga sebagai pelaku pendidik spontaneous yang dilakukan orang tua dalam membentuk karakter anak-anak sangatlah penting,” paparnya.
Seraya menambahkan, Sementara persoalan kaum muda sering terjadi diantara rumah dan sekolah, maka menjadi penting peranan Gerakan Pramuka dalam mengatasi permasalahan kaum muda yang terjadi tersebut. Kerjasama sinergis antara lembaga pendidikan formal, non grave dan pendidikan spontaneous dalam keluarga sangatlah penting dan menjadi keharusan.
Usai upacara dilanjutkan acara bakar batu yang dipusatkan di halaman SMA Negeri Tigi, Waghete ibukota Kabupaten Deiyai. Tepatnya pukul 08.00 pagi dilaksanakan upacara pembubaran bersama yang diwarnai dengan pemberian kado HUT kepada peserta Pramuka yang lahir bertepatan dengan tanggal 14 Agustus.
Sumber : http://jadi1.com/bakar-batu-warnai-hut-pramuka-di-deiyai-papua#.U_VUf8V_tV5

Selasa, 19 Agustus 2014

HUT Pramuka ke-53, Wako Pekanbaru Serahkan 34 Penghargaan

PEKANBARU-Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT pimpin Apel peringatan HUT Gerakan Pramuka ke 53. Apel ini diikuti oleh ribuan anggota, pembina dan pengurus Gerakan Pramuka yang ada di Kota Pekanbaru. Dalam amanatnya, Walikota yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka 0406 Pekanbaru menekankan pentingnya peran Pramuka dalam kemajuan bangsa. Apalagi, pelaku pembangunan negeri ini adalah kaum muda.

Menurutnya, era globalisasi saat ini penuh dengan kemajemukan teknologi. Namun, membangun manusia yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh orang yang menguasai teknologi. Tapi juga oleh manusia yang berkarakter, luhur pribadi dan menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan.

Ditambahkannya, revitalisasi Pramuka selama 8 tahun terakhir telah memperlihatkan hasil yang cukup mengembirakan. Tapi harus diakui masih besar tantangan negara ini di masa mendatang. Bahkan masalah itu semakin berat seiring pesatnya pertumbuhan penduduk.

Diakuinya, saat ini kaum muda diperhadapkan dengan berbagai masalah. Diantaranya, masalah sosial seperti penggunan nafza, tawuran dan kekerasan, seks bebas. Lalu ada juga masalah kebangsaan seperti semangat bela bangsa, persatuan dan kesatuan, nasionalisme yang rendah. Buktinya hampir tiap hari media massa menyampaikan banyaknya pengangguran, rendahnya rasa hormat pada orangtua dan sebagainya. "Ini harus segera ditanggulangi. Disinilah penting peranan Pramuka dalam mewujudkan pemuda berkarakter, menyematkan semangat kebangsaan," ungkapnya.

Dalam kurun waktu satu dasawarsa ini, ada tiga momen penting pada Gerakan Pramuka. Yaitu, pencanangan revitalisasi Pramuka. Terbentuknya UU nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Dengan UU ini Pramuka tak lagi sekedar untuk mengisi masa senggang tapi wajib diimplementasikan warga negara. Hal ketiga adalah Pramuka menjadi ekstrakulikuler wajib di sekolah.

Gerakan Pramuka akan melengkapi pendidikan informal di keluarga. Hal inidilakukan mengingat pendidikan formal saja tak cukup menghasilkan pemuda yang handal. "Sinergisitas pendidikan formal, informal itu sangat penting untuk perkembangan bangsa. Apalagi kaum muda akan menjadi pelaku sejarah yang mengisi pembangunan negara ini," paparnya.

Dalam upacara ini, Walikota juga berkenan menyerahkan penghargaan Pramuka Garuda pada 29 orang. Penerimanya dinilai atas kecakapan dan keterampilan dalam Pramuka. Penerimanya mulai dari penggalang sampai penegak. Lalu ada 5 orang yang menerima penghargaan Panca Warsa. Yaitu pembina Pramuka yang sudah mengabdi minimal lima tahun.

Sumber: http://www.riauterkini.com/sosial.php?arr=79408&judul=HUT%20Pramuka%20ke-53,%20Wako%20Pekanbaru%20Serahkan%2034%20Penghargaan

Senin, 11 Agustus 2014

Pesanan Pramuka Simalungun, Langsa, Pangkal Pinang, Berau

Alhamdulillah sehari sebelum berangkat ke Jambore Jawa Timur 2014 masih bisa mengirimkan pesanan dari kakak-kakak yang mempercayakan perlengkapan kepramukaan dari kami. Antara lain dari Langsa, Simalungun, Pangkal Pinang, Berau, Buleleng, Tojo Una-una, dan Ponorogo.

Terima kasih atas kepercayaannya, kami siap bekerjasam dengan kakak di seluruh Indonesia

Minggu, 10 Agustus 2014

Pramuka Kaltim Dilibatkan Dalam Pariwisata

SAMARINDA -- Provinsi Kaltim menjadi daerah pertama yang melibatkan Pramuka dalam mengembangkan pariwisata. Hal itu ditandai dengan dilaksanakannya Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing dan Pimpinan Daerah Satuan Karya (Saka) Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur Masa Bhakti 2013 - 2016 di kantor Gubernur Belum lama ini.

Ketua Kwartir Daerah Pramuka Kaltim M Hatta Zainal mengatakan, bahwa Saka Pariwisata ini adalah yang pertama kalinya dilantik di Indonesia.

Hatta mengatakan, saat ini gerakan Pramuka memang sedang giat - giatnya melaksanakan program - programnnya dalam rangka memberikan andil bagi masyarakat dan NKRI. Dan sesuai harapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional bahwa mulai tahun 2013 gerakan Pramuka menjadi kurikulum ektraskurikuler wajib di sekolah. Dimana tujuannya, untuk pembentukan karakter anak bangsa dengan kegiatan kepramukaan.

"Sehingga tidak ada alasan di sekolah - sekolah tidak melaksanakan kegiatan kepramukaan," kata Hatta.

Untuk tahun 2014 sendiri kata Hatta akan ada berbagai macam kegiatan yang akan dilaksanakan. Dan dalam waktu dekat ini , gerakan Pramuka Kaltim akan mengadakan Perkemahan Wirakarya (PW) yang dilaksanakan dari tanggal 3 - 8 September di kabupaten Kutai Timur. Dan diperkirakan, PW ini kan diikuti sekitar 1.500 orang. Diharapkan melalui PW ini nantinya, Tri Satya yang satunya mengatakan bahwa fungsi Pramuka membangun masyarakat bisa diiemplementasikan.

"Kegiatan ini dalam rangka untuk memberikan sumbangsih dari adek - adek Pramuka dalam namanya Perkemahan Wirakarya," kata

Juga diharapkan agar kabupaten/kota yang ada di Kaltim juga ikut membentuk Saka Pariwisata di wilayahnya masing - masing.  Dimana menurutnya, pusat kegiatan gerakan Pramuka ada di masing - masing kwartir cabang yang ada di kabupaten/kota. Sesuai hasil Munas lalu kata Hatta, ada 3 Saka baru yang baru dibentuk sehingga total keseluruhan menjadi 9 Saka yang ada di gerakan Kepramukaan. Selain Saka Pariwisata, ada Saka Kalpataru dibawah kordinasi Badan Lingkungan Hidup dan Saka Widya Bhakti dibawah kordinasi Kementrian Nasional.

"Semoga kegiatan Satuan Karya ini akan lebih berkembang lagi. Karena melalui Saka Pariwisata kita juga bisa membantu untuk lebih mempromosikan daerah kita. Baik dari wisata alamnya, wisata kulinernya mau pun kita bisa membentuk para pemandu pemandu wisata," kata Hatta. 

Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2014/08/10/pramuka-di-kaltim-dilibatkan-dalam-pariwisata

Jumat, 08 Agustus 2014

Gus Ipul: Pramuka Harus Dibumikan Kembali

Surabaya – Wakil Gubernur Jatim, Gus Ipul, mengungkapkan Pramuka telah banyak menorehkan prestasi sangat bagus, tapi masih mempunyai PR (pekerjaan rumah) yang harus dilakukan dengan kerja keras untuk membumikan kembali keberadaan Pramuka. Sebab sebagian masyarakat mengerti dan paham bahkan punya perhatian terhadap Pramuka. Hal itu disampaikan saat Halal Bihalal dengan Kwarda Kabupaten/Kota se Jatim, di Kantor Kwarda Jatim Jl Raya Kertajaya Indah Surabaya, Kamis (7/8).

Dikatakan, Jatim sebagai provinsi yang dianggap paling peduli terhadap gerakan pramuka, dan banyak meraih prestasi. Tetapi sebagian masyarakat belum benar-benar peduli, bahkan sebagian besar masih menganggap Pramuka kuno/ndeso, ketinggalan jaman dengan kegiatan tali temali, tongkat, dan sejenisnya. Meski diakui banyak program kegiatan yang bermanfaat dan memiliki nilai luhur seperti gotong royong, kemandirian, dan pendidikan karakter.

“Saya ingin Pramuka menjadi salah satu tempat generasi muda menempa dirinya untuk menjadi pemimpin-pemimpin di masa datang. Banyak contoh tentara, prajurit termasuk Bupati/Walikota yang dulunya pernah menjadi anggotaPramuka. Dengan ikut pramuka ini, seseorang bisa mempunyai nilai plus,” ujarnya.

Sementara itu, KH Agus Ali Mashuri dari Tulangan Sidoarjo dalam tausiyahnya mengatakan, buku adalah jendela dunia. Barang siapa ingin menguasai dunia bacalah. Jangan berharap bisa sukses jika miskin membaca.

Seorang Pramuka sejati harus punya kecerdasan spiritual, dan punya khasanah kekayaan hati. Menurut para pakar psichology, kalau seseorang susah, maka daya ketahanan tubuh menurun. Ketenangan jiwa setengah dari kesehatan, sedangkan setengah lainnya gizi, istirahat cukup, pola makan yang terukur, dan teratur. Tapi kuncinya adalah ketenangan jiwa.

Seorang Pramuka sejati harus tangguh dan punya kecerdasan rasa dan kepedulian/kepekaan sosial, dan merespon lingkungan yang ada. Jangan hanya belajar baris berbaris, nyanyi-nyanyi saja tapi harus bisa membaca lingkungan supaya Jatim bisa menjadi unggul dibanding provinsi lain. Selain itu, seorang Pramuka harus punya kecerdasan emosional, tidak boleh marah.

Sumber :