Thursday, 11 October 2012

Raimuna Nasional di Papua Menyatukan Perbedaan

Pelaksanaan  Raimuna Nasional X Gerakan Pramuka tidak hanya mempertontonkan berbagai kegiatan ketrampilan anggotanya. Namun acara yang berlansung di Jayapura, Papua, 8-15 Oktober 2012 mampu menyatukan perbedaan latar belakang, ras, agama, budaya dan bahasa.

Raimuna Nasional adalah pertemuan Pramuka Penegak dan Pandega dalam bentuk perkemahan besar. Acara ini diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka.

Kata Raimuna berasal dari bahasa suku Asli di wilayah Yapen Waropen, Provinsi Papua. Rai dan Muna artinya pertemuan ketua suku dalam suatu forum yang menghasilkan suatu tujuan suci untuk kepentingan bersama.

Kegiatan Raimuna Nasional X Pramuka di Jayapura, Papua diikuti 3.659 anggota Pramuka Penegak dan Pandega utusan Kwartir Daerah seluruh Tanah Air dari Sabang hingga Merauke.

Wakil Presiden Boedino ketika membuka Raimuna Nasional X menyambut baik kegiatan pramuka. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membentuk karakter anak.

Kepada peserta Raimuna dari seluruh Indonesia yang datang ke Jayapura, Papua untuk mengisi kesibukan dengan kegiatan positif, salah satunya melalui kegiatan Pramuka.

"Saya berpesan bentuklah jiwa generasi muda kalian yang berimbang, cerdas dan menguasai keterampilan dan ilmu pengetahuan. Namun anda juga harus memiliki ahlak mulia. Ketrampilan dan ahlak mulia merupakan kunci utama kesuksesan," pesan Wakil Presiden Boediyono dihadapan seribuan peserta.

Ketrampilan dan ahlak mulia, menurut Wapres Boediyono, menjadi modal utama untuk meraih kesuksesan dan sekaligus menjadi modal utama membangun bangsa untuk maju. Wapres Boediyono berharap agar kegiatan pramuka menjadi prioritas utama disekolah serta kegiatan pramuka tidak boleh menjadi sampingan dan formalitas.

"Kegiatan Pramuka harus menjadi kurikulum utama di sekolah," harap Wapres Boedino.

Membangun karakter Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang 2606 Biak Nehemia Wospakrik mengakui, melalui kegiatan Raimuna Nasional X Gerakan Pramuka di Jayapura, 8-15 Oktober dapat membangun karakter bangsa yakni membangun persatuan dan kesatuan di kalangan sesama anggota kepanduan Indonesia.

"Organisasi Kepramukaan tidak saja mendidik kedisiplinan anggotanya tetapi melalui wadah ini mampu membangun karakter anak bangsa yang cerdas, beriman, bertakwa, harmonis serta tidak mempertentangkan perbedaan," katanya.

Ia berharap, hajatan Raimuna Nasional 2012 dapat menjadi sarana pembelajaran anak bangsa untuk mengikat tali persaudaraan serta saling menghormati keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Organisasi Gerakan Pramuka menjadi bukti nyata membangun karakter bangsa Indonesia untuk berjiwa patriotisme, berwawasan Nasional serta mencetak calon pemimpin Bangsa," ungkap Nehemia Wospakrik.

Nehemia mengakui, untuk menarik minat kawula muda menjadi anggota Pramuka pihaknya melakukan revitalisasi sarana prasarana seperti membeli peralatan drumband, outbond serta teknologi informasi internet.

Dengan ketersediaan sarana prasarana kepramukaan yang memadai, lanjut Nehemia, kedepan kecenderungan kawula muda di tanah Papua untuk ikut menekuni organisasi kepramukaan lebih nyata dan terpatri dalam hati sanubarinya.

"Kenyataan kebanyakan di lapangan para siswa diwajibkan memakai baju Pramuka setiap hari Sabtu. Tetapi dia sendiri tidak terlibat dalam organisasi kepramukaan, ya hal ini perlu menjadi perhatian serius pengurus Gerakan Pramuka di semua tingkatan," ungkap Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Biak Nehemia Wospakrik.

Kegiatan Raimuna Nasional X Jayapura, akan berlangsung sejak 8-15 Oktober 2012 mengangkat Tema "Pramuka Indonesia Bersama Masyarakat Membangun Tanah Papua"

0 comments:

Post a Comment