Tuesday, 24 December 2013

Jambore Daerah Pramuka Sumatera Barat 2013

Padang, Adhyaksa Dault mem­buka Jambore Daerah IX Kwar­­tir Daerah 03 Gerakan Pra­mu­ka Sumbar tahun 2013 kemarin (23/12). Mantan Menpora itu melansir tahun 2014, Pramuka resmi masuk kuri­kulum sekolah.

Gerakan Pramuka merupakan gerakan yang membentuk watak, karakter dan kepribadian nasional generasi muda.  Gerakan pramuka menjadi wahana untuk mewujudkan watak bangsa  yang berkrepribadian, berwatak dan memiliki jiwa bela negara. “Gerakan pramuka me­ru­pa­kan sistem pendidikan nonformal yang membantu dan melengkapi pendi­dikan nonformal. Gerakan Pramuka merupakan kegiatan eks­tra­kurikuler di luar sekolah tempat me­nempa  keterampilan dan pe­nge­tahuan, memupuk jiwa disiplin dan mem­bina semangat kebersamaan,” ujar Ketua Kwartir Nasional Ge­ra­kan Pramuka Adhyaksa Dault ke­pa­da wartawan kemarin.

Ia mengatakan, sejak dicanang­kannya  revitalisasi  gerakan pra­muka oleh Presiden, telah banyak hasil dan kemajuan yang diperoleh pada pe­ningkatan kualitas gerakan pramuka. Gerakan Pramuka telah diminati  generasi muda bangsa. Kegiatan jambore hendaknya dija­di­kan sarana belajar, berkarya dan membangun semangat   persatuan sebagai sesama bangsa . Manfaatkan jambore daerah untuk menjalin persahabatan dan kebersamaan.

“Ikuti kegiatan jambore ini se­car­a keseluruhan dan serap pe­ngalaman, pengetahuan dan keterampilannya sel­uas-luasnya. Pererat  per­sa­ha­batan dan ke­ak­ra­ban­nya,” ­ujarnya.

Dia juga meminta agar remaja  Indonesia mena­nam­kan  kebang­gaan, se­ba­gai anak bangsa. “Jadilah remaja yang kreatif, aktif dan enerjik. Jauhi kegiatan yang tidak bermanfaat dan me­rusak masa depan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Sumbar, Muslim Kasim mengatakan, jambore diisi dengan kegiatan menarik, menye­nangkan, sehat, gembira, mempe­r­erat persahabatan di alam terbu­ka.

“Mereka harus menjadi generasi muda yang ber­moral, sehat dan pintar serta mampu menghadapi persaingan hidup yang ba­gai­­mana­pun beratnya, me­reka harus memiliki daya juang yang  tinggi, memiliki mentalitas berprestasi, memiliki integritas dan jati diri serta didalam dada mereka  tertanam jiwa kebang­saan yang utuh.

Mencermati  perkembagan per­ma­salahan generasi muda, ada be­be­rapa hal yang perlu jadi per­hatian, yakni pendapat masyarakat ter­hadap penyelenggara pendidikan se­bagai tanggung jawab sekolah, harus dilu­rus­kan kembali. Bagiamanapun juga, pendidikan generasi muda adalah tanggungjawab semua pihak. Proses pembentukan kepribadian generasi muda, dipengaruhi aspek-aspek yang teramat luas dan kom­plek , sehingga dia menjadi tang­gungj­awab bersama.

Katanya lagi, semangat cinta tanah air cenderung meresahkan. Karena itu, harus  ada upaya peme­cahan secara cermat dan bijaksana. Sosialisasi serta kepekaan sosial generasi muda tidak hanya me­mer­lu­­kan pembiasaan, tapi juga mem­bu­tuh­kan keteladanan.

Sumber : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=49033

0 comments:

Post a Comment