Wednesday, 11 December 2013

"Perkawinan" Pariwisata dan Pramuka Hasilkan Karya Positif

Salah satu putusan penting dalam Munas Gerakan Pramuka di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang berakhir 5 Desember 2013, adalah pengesahan Saka Pramuka Pariwisata. 

Pengesahan itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka 27 Februari 2012 tentang peningkatan kemampuan dan kapasitas anggota Pramuka di bidang pariwisata. 

 
"Perkawinan antara Kementrian Pariwisata dengan Gerakan Pramuka (GP) harus dapat menghasilkan karya karya positif untuk kemajuan bangsa ini. Salah satunya Gerakan Pramuka dapat berpartisipasi aktif dalam pengembangan pariwisata, khususnya mengimplementasikan Sapta Pesona dan Sadar Wisata" kata Kak Amaroso Katamsi, mantan Wakil Ketua Kwarnas, di sela-sela Musyawarah Saka di Kupang, 3-5 Desember lalu. 

 
Musyawarah Saka yang merupakan salah satu mata acara Dukungan Munas menghadirkan narasumber Amaroso Katamsi, Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata (PDP) Kemenparekraf Ir Firmansyah Rahim, MM, dan Plh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTT Jehalu Andreas, MSi. 

 
Sejumlah perwakilan Kwartir Daerah (Kwarda) ikut aktif memberikan masukan, seperti Jateng, Bali, NTT, dan Kaltim. Ini mengingat Saka Pariwisata merupakan saka yang baru disahkan. Salah satu kegiatan yang mencuat ke permukaan adalah kemah wisata. 

 
Kemah wisata akan memberi pembekalan peserta tentang kepariwisataan seperti informasi mengenai tempat pariwisata, pengetahuan mengenai kuliner di daerah wisata yang dikunjungi dan cara memandu untuk keperluan pariwisata. 

 
Dalam kemah wisata juga akan diajarkan nilai-nilai Sapta Pesona yakni aman, tertib, bersih, ramah, sejuk, indah, dan kenangan.
Tahapan
Pernyataan tokoh senior Kwarnas Kak Amaroso tentang perkawinan Kemenparekraf dan Gerakan Pramuka, langsung disambut antusias oleh Kemenparekraf. 

 
Kak Firmansyah Rahim menegaskan, sejak adanya MoU setahun lalu, pihaknya sudah punya tiga krida yang siap dikembangkan para anggota Pramuka, yaitu krida pemandu wisata, krida penyuluh pariwisata, dan krida kuliner. 

 
"Nantinya, kita memberi keterampilan kepada anggota Pramuka bagaimana menjadi pemandu wisata, pengembangan kuliner, serta penyuluhan sadar wisata. Modul-modul sudah kita susun karena kegiatan Pramuka dengan kepariwisataan mempunyai banyak kesamaan," kata Kak Firman.
Pada tahap ini memang baru tiga krida yang digarap, yakni pemandu, penyuluh, dan kuliner. "Ketiga krida tersebut diharapkan dapat memberi keterampilan dan peningkatan kapasitas anggota Pramuka yang akan menjadi bekal bagi dirinya dalam kegiatan kepramukaan untuk kemajuan negara," katanya. 

 
Nantinya, Kemenparekraf juga mengembangkan pada krida lainnya. Misalnya, informasi dan teknologi, ekonomi kreatif. Kegiatan Pramuka yang penuh dengan kreativitas cocok dikembangkan pada kegiatan-kegiatan yang akrab dengan kepemudaan. 

 
"Anggota Pramuka punya banyak kreativitas, bisa kita latih dan arahkan. Misalnya, di bidang seni, kita bisa arahkan pada seni pertunjukan. Kita juga punya ekonomi kreatif, IT, dan masih banyak lagi," kata Kak Firman. 

 
Sehari sebelumnya, anggota Majelis Pembimbing Nasional Muhammad Nuh dan Roy Suryo juga memberi pengarahan yang menginspirasi Saka Pramuka Pariwisata. Kak Roy Suryo (Menpora) menekankan bagaimana agar Pramuka makin diminati anak muda.

 
"Gerakan Pramuka harus melakukan rebranding dan reframing (pembaruan) agar gerakan ini terus disukai. Dengan rebranding, GP terus up to date (diperbarui) dan melalui reframing, GP punya orientasi yang jelas yakni merah putih," kata mantan anggota DPR itu. 

 

Sedangkan Kak Muhammad Nuh (Mendikbud) dalam pesannya mengatakan ada 52 juta pelajar yang membutuhkan pendidikan Pramuka. "Karena itulah, hal-hal yang diputuskan dalam munas harus menghasilkan hal-hal strategis mengenai langkah-langkah pembinaan yang dibutuhkan, yaitu membentuk manusia berkarakter yang bisa menghadapi berbagai tantangan zaman," kata Kak Muhammad Nuh.
 
Sumber :  http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=340151

0 comments:

Post a Comment