Buku Pramuka Boyman

Kedai Atribut Pramuka Scout Addict Kediri menyediakan buku materi Pramuka Boyman 1 dan Boyman 2.

Tenda Dome Arei Outdoor

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai Tenda Dome Arei Outdoor kapasitas 2 dan 4 orang.

Aneka Produk Loreng Pramuka

Kedai Pramuka Scout Addict menyediakan berbagai macam produk berbahan kain Loreng Pramuka. Produk kami antara lain : Jaket, Celana, Rompi, Topi, dll.

Aneka Produk Logam Cor

Produk atribut perlengkapan Pramuka berkualitas dari Kedai Pramuka ScoutAddict Kediri

Pelayani Pemesanan Pin, Gantungan Kunci, ID Card

Kedai Pramuka Scout Addict juga melayani pemesanan pin, gantungan kunci, Id Card, dll untuk kegiatan maupun souvenir.

Dokumentasi Pengiriman

Dokumentasi dari pesanan yang pernah kami kirimkan. Kami pernah mengirim pesanan dari Aceh sampai Papua.

Kamis, 31 Oktober 2013

Salam Pramuka Dari Kepulauan Seribu

UNIKNYA, seluruh pengurus kwarcab Pramuka Kabupaten Kepualuan Seribu ini adalah “orang pulau” dengan latar belakang profesi yang mayoritas dari kalangan guru dan pendidik. “Saya saja yang dari unsur birokrasi atau pegawai pemerintah, lainnya adalah guru,” kata Lukman Hakim. 

Ketua Kwarcab Pramuka Kepulauan Seribu ini sehari-harinya adalah pegawai staf di kantor Kecamatan Pulau Seribu Utara. Dari segi usia, “Kak Lukman” adalah ketua kwarcab termuda di DKI Jakarta.

Aktif sebagai anggota pramuka sejak SD-SMP. Ketika duduk di bangku SMA kemudian lulus tahun 1992, dipilih sebagai ketua dewan kerja ranting Pulau Seribu Kotamadya Jakarta Utara. Ketika Pulau Seribu jadi kabupaten dan status ranting meningkat jadi kwarcab, Lukman ditarik jadi Andalan Cabang di Kabupaten Kepulauan Seribu. 

Lukman mengaku rezeki itu di tangan Tuhan, sudah diatur sedemikian rupa. Buktinya dia diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS) tahun 1998 karena aktivitasnya di pramuka. Itu terjadi tahun 1997 saat berlangsung kegiatan Raimuna Nasional di Pulau Pramuka, dia ditawari untuk jadi PNS.
“Saya sebelumnya kerja serabutan sebagai nelayan,” katanya. Untuk meningkatkan wawasan kepramukaannya, Lukman terus mengasah ilmu dan ketrampilannya dengan mengikuti kegiatan seperti Karang Pamitran khusus bagi pembina pramuka.

Lukman juga mengikuti kursus mahir dasar (KMD), kursus mahir lanjutan (KML) orientasi Mabi, dan sejumlah pelatihan ketrampilan bagi pembina. “Di Pulau Seribu belum ada 50 persen, atau baru sekitar 30 persen yang temasuk pembina mahir,” katanya.

Lukman berharap perlu tahapan pembinaan lanjutan lagi, misalnya kursus pelatih dasar (KPD) maupun kursus pelatih lanjutan (KPL). Selin itu ke depannya perlu ada semacam sertifikasi bagi kalangan pembina pramuka.

PEMBINA BERPRESTASI
Ini pengalaman pembina Pramuka yang lain. Namanya Kak Erwin, lengkapnya Erwin Samuel Ramli. Pemuda yang lajang ini, sudah mengantongi prestasi yang tidak sedikit. Erwin pernah mengikuti “Desember Internasional Youth Conferens”, semacam dialog di konfrensi internasional bagi generasi muda. Peserta dialog itu, umumnya berumur 25 tahun, sering ada juga yang masih usia 21 tahun. Ada 30 negara yang datang, semacam duta perdamaian dari negara masing-masing.

Erwin yang tercatat sebagai alumni tahun 2012 dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini, mengaku sekarang ini hari-harinya bekerja magang di kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Ia mengaku mulai aktif di Pramuka sejak masih duduk di bangku SD, SMP, SMA. Saat ini Erwin menjabat sebagai Ketua Dewan Kerja Pramuka Cabang Kabupaten Kepulauan Seribu.

Dari kegiatan Pramuka, ia mengaku memperolah manfaat. “Selama ini, saya koq merasakan adanya perubahan sikap. Misalnya, bisa berteman dengan anggota Pramuka se-Indonesia, bahkan se Asia,” kata Erwin.

Prestasi yang lain, Erwin pernah dipercaya sebagai Duta Pramuka Provinsi DKI Jakarta tahun 2010, Duta Perdamaian tahun 2012 tingkat nasional. Sementara di tingkat internasional, pernah tampil sebagai pembaca janji pramuka, scut promise. Acara tersebut digelar dengan tajuk “Internasional Scout Peace Camp 2013” berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka, di Cibubur, Jakarta Timur, diikuti 30 negara sebagai peserta.

Seperti remaja dan generasi muda yang lain, Erwin juga menggantungkan harapan pada kegiatan Pramuka ini. Ke depan katanya, ia berharap Pramuka bisa maju dan tampil ke kanca nasional. “Pramuka menjadikan saya sebagai pribadi yang lebih baik,” kata Erwin yang sekarang tinggal di Rawamangun, Jakarta Timur ikut dengan orang tuanya. 

Aktvitas sehari-hari selain di kantor Dinas Pedidikan DKI Jakarta, aktif mengikuti kegiatan di pulau seperti rapat terkait Pramuka. Mobilisasi kesulitan. Apalagi kegiatan dadakan. Sampai kapan aktif di kepramukaan? “Ya semampunya, sebisa saya kerja. Sebab, Pramuka bagi saya bisa membina diri pribadi,” kata Erwin.

Tak berbeda jauh dengan kesan-pesan anggota Pramuka dari Pulau Sebira, wilayah yang berbatasan Jakarta dengan Lampung. Untuk kegiatan perkemahan di Pulau Tidung ini, misalnya, pengakuan Asma Gusnawati seperti mewakili “anak pulau” yang lain. 

“Walaupun ombak yang besar, angin yang kencang dengan jarak tempuh lebih dari 7 jam dari Pulau Sebira, kami anggota Pramuka tidak mengenal pantang menyerah,” kata Asma Gusnawati, pada malam api unggun, jelang penutupan acara perkemahan. 

Dari Pulau Sebirra ke Pulau Tidung tempat berlangsungnya acara Perkemahan Besar Penggalang 2013 Kabupaten Kepulauan Seribu ini, ia bersama rombongannya bersyukur, sebab situasi kondisi alam dalam keadaan ombak normal. “Kalau ombak besar kami baru bisa sampai di sini setelah menempuh perjalanan selama10 jam,” kata Asma.

Pengakuan Hikmatul, murid SD Negeri Pulau Sebira kelas 4, juga tak kalah serunya. “Melalui kegiatan perkemahan di Pulau Tidung ini, saya senang sekali sebab bisa berkenalan dan memperkenalkan seluruh teman-teman yang ada di Pulau Seribu,” kata Hikmatul. “Makanya jangan kapok-kapok maen ke mari ye?,” balas Lidion, peserta perwakilan dari Pulau Tidung.

Keceriahan para anggota “Pramuka Pulau” ini, disemangati oleh para pembinanya. Misalnya yang disampaikan Kak Bastian, Sekertaris Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kabupaten Kepulauan Seribu. “Semuanya harus menjadi partner, jaga persatuan,” katanya. Sebab banyak kegiatan yang bisa membuat mereka bisa berkumpul kembali. 

Oktober 2013 lalu misalnya, ada kegiatan jambore daerah sebagai acara pesta Pramuka Provinsi DKI Jakarta di Cibubur. “Kalau tidak terpilih untuk mengikuti jambore daerah di Cibubur, jangan kecewa, tetapi teruslah semangat. Kakak pembina sebagai pendamping kalian, siap memberi bimbingan dan pelajaran yang berharga bagi kalian,” kata Kak Bastian.

Kak Mukhlis menambahkan, melalui kegiatan Pramuka, ketahanan diri sejak dini bisa dilatih. Misalnya, makan di tenda. Ini berbeda dengan pengiriman peserta jika kegiatan yang lain. Dari segi pembinaan, dirinya merasa puas jika di tingkat kota provinsi di 5 wilayah DKI Jakarta sudah mempunya tempat bumi perkemahan (buper). 

Berbeda dengan kondisi jika bicara untuk ukuran wilayah Kepulauan Seribu. Sarana serba minim. Seperti ruang untuk peserta berkreasi, improvisasi, belum punya. Patut dimaklumi kesulitan karena terkendala soal pembebasan lahan. 

Tapi apa pun kelebihan dan kekurangannya dari kegiatan Pramuka di Pulau Tidung ini, apa yang dikatakan oleh Kak Mukhlis, Kak Lukman, Kak Bastian dan Kak Erwin tersebut sudah mewakili “suara anak pulau”. Mereka berharap ke depan kegiatan Pramuka makin dicintai masyarakat karena manfaat nya sangat terasa dari sisi pembinaan karakter anak bangsa. 

Sebagai penutup artikel ini, menitipkan “Salam Pramuka” untuk negeri ini. Salam Pramuka dari Kepulauan Seribu.

Sumber : http://www.harianterbit.com/2013/10/30/salam-pramuka-dari-kepulauan-seribu-3habis/

Senin, 28 Oktober 2013

Pramuka Peduli Ambil Peranan Di JPI dan HSPN

SAMARINDA - Pramuka Peduli Kwarda Kaltim melakukan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan Kemah Bhakti Pemuda di stadion utama Palaran, Samarinda. Persami ini juga dilakukan dalam rangka mensukseskan Hari Sumpah Pemuda Nasional (HSPN) ke- 85 dan Jambore Pemuda Indonesia (JPI) tahun 2013 yang dilaksanakan di Kaltim. 

Selain mengadakan perkemahan, acara yang diikuti 125 peserta dari 5 kabupaten/kota ini juga diisi dengan materi lingkungan hidup, penanggulangan bencana dan aksi kepedulian sosial. Pemateri sendiri berasal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim  dan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Kaltim.

Ketua Pramuka Peduli Bencana Kwarda Kaltim Sigit Muryono, Minggu (27/10/2013) mengatakan, JPI dan DSPN tahun 2013 ini diperkirakan akan berlangsung meriah. Selain diikuti 34 provinsi yang ada di Indonesia, peserta dari 10 negara ASEAN dan 2 negara non ASEAN.

"Pramuka Peduli tampil di perkemahan ini untuk membantu, mendukung sekaligus memeriahkan puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-85 ini," kata Sigit yang didampingi Ketua Kwarda Pramuka Kaltim Hatta Zainal  dan Pembina Gugus Depan dari Dispora Kaltim Nunung S.

"Adik - adik tidak hanya berkemah. Tapi saat hari "H" akan bertugas khusus mengurusi  bagaimana bisa mendistribusikan lebih dari 10 ribu hadirin," kata Sigit.

Selain materi, selama mengikuti Persami para peserta juga akan disertakan dalam berbagai game (permainan). Baik itu game terpisah putra/putri maupun antar satuan. Namun Sigit menjamin, tiap game yang diadakan selalu terbungkus sebuah pendidikan. Dimana yang menjadi penilaian adalah jerih payah dan proses dan bukan hasil semata. 

"Pramuka adalah wadah untuk membentuk karakter bangsa yang sangat lua biasa," kata Sigit.

Chandra dari Pramuka Peduli Kaltim mengatakan, saat ini Pramuka Peduli masih hanya terbentuk di Samarinda, Balikpapan, Tarakan, Kutai Karta Negara, Kutai Barat. Dan ditargetkan, tahun 2014 semua Pramuka Peduli sudah terbentuk di seluruh kabupaten/kota yang ada di Kaltim.

"Salah satu kegiatan kita sejauh ini adalah turun langsung di setiap ada peristiwa bencana seperti kebakaran untuk memberikan bantuan," kata Chandra.

Sumber : http://kaltim.tribunnews.com/2013/10/27/pramuka-peduli-ambil-peranan-di-jpi-dan-hspn

Minggu, 27 Oktober 2013

Kaos Pramuka

Kedai Pramuka ScoutAddict menghadirkan 2 desain kaos nuansa Pramuka yang di harapkan bisa sesuai dengan keinginanan kakak anggota Pramuka di seluruh Indonesia.

Kaos bahan Catton 30S, pemesanan silahkan sms 0812 1774 6083

Koleksi kaos dan harga lihat disini http://scoutaddictindo.blogspot.com/2012/05/kaos.html

Perkemahan Penggalang Kwarcab Aceh Besar

JANTHO - Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syamsulrizal MKes yang juga merupakan Ketua Kwartir Cabang Aceh Besar, Sabtu (26/10/2013), membuka kegiatan perkemahan besar pramuka tingkat penggalang di Bumi Perkemahan Kota Jantho. Kegiatan ini diikuti 496 penggalang dari 18 kwaran dan akan berlangsung selama 3 hari.

Wabup Aceh Besar menyatakan komitmennya untuk terus memajukan kepramukaan di Aceh Besar, terlebih kegiatan pramuka saat ini, telah menjadi kegiatan ektra kurikuler wajib di tiap sekolah sesuai amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012.

“Meski saat ini kepramukaan di Aceh Besar belum berjalan maksimal,  namun dengan tekad yang kuat, gerakan pramuka di kabupaten itu ke depan akan lebih maju,” jelas Syamsulrizal kepada The Globe Journal sebagaimana disampaikan Hilmi Hasballah, staf Humas Aceh Besar, Sabtu (26/10/2013).

Dalam kesempatan itu. selain membuka kegiatan pesta kembar galang,  Wakil Bupati Aceh Besar juga menutup kegiatan pelatihan pembina pramuka mahir tingkat dasar  yang berlangsung sejak 20 Oktober 2013.

“Nantinya, para pembina ini akan berpartisipasi dalam pesta kembar galang untuk melatih para penggalang dari 18 kwaran di Aceh Besar,” tutupnya.

Sumber :  http://theglobejournal.com/pendidikan/496-penggalang-ikut-perkemahan-pramuka-di-jantho/index.php

Sabtu, 26 Oktober 2013

A-Jax Keluarkan Konsep Foto Pramuka Untuk Single Baru

Ada banyak cara dan karakter dimunculkan para grup idola guna bertahan dalam persaingan. Ada yang memakai helm, ada yang mengedepankan street fashion.

Tapi grup besutan Loen Entertainment,  A-Jax berusaha mengerahkan energi positif sebelum merilis single terbaru mereka, "Snake". Hal itu tampak terlihat dalan video yang diunggah di kanal YouTube Loen.

⁠Kalau di video teaser pertama mereka menampilkan sosok Go Woo Ri dari girlband Rainbow, yang merupakan rekan semanajemen. Di teaser kedua anak-anak A-Jax menampilkan personel mereka dalam balutan kostum boy scouts atau pramuka. Kalau Go Woo Ri ditampilkan sebagai sosok "mysterious snake lady",  anak-anak A-Jax digambarkan sebagai anak-anak lugu yang siap memperlihatkan keterampilan mereka sebagai pramuka.

Kenapa pramuka, ya? Maklum anak-anak A-Jax merupakan duta kepanduan Korea. Tentu diharapkan hal itu akan mempererat hubungan mereka dengan anak muda seluruh Korea. Sehubungan dengan promosi album baru, juga dikabarkan salah seorang personel, Sungmin tidak akan ikut berpartisipasi dalam promosi "Snake" karena mengalami cedera kaki saat latihan.

Sumber : http://www.tabloidbintang.com/asia/korea/75703-a-jax-keluarkan-konsep-foto-pramuka-untuk-single-baru.html

Jumat, 25 Oktober 2013

Ring Ambalan Jenderal Sudirman dan R.A Kartini

Kedai Pramuka ScoutAddict mengucapkan terima kasih pesanan ring Ambalan Jenderal Sudirman dan R.A Kartini. Kami mohon maaf bila pengerjaannya terjadi keterlambatan. Semoga hasilnya memuaskan serta kami tunggu pesanan selanjutnya

Kamis, 24 Oktober 2013

Kursus Mahir Dasar Kwarcab Samarinda

SAMARINDA - Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Samarinda menggelar Kursus Mahir Tingkat Dasar atau KMD Tahun 2013 yang diikuti puluhan peserta berasal dari Kwartir Ranting dan instansi se-Kota Samarinda. Pelatihan berlangsung 22-27 Oktober. Ketua Kwarcab Kota Samarinda Arpan Zainal mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki peran menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa, memiliki watak dan budi pekerti luhur dalam mengisi kemerdekaan.

“Proses pendidikan melalui lembaga pendidikan nonformal seperti Gerakan Pramuka diyakini dapat membentuk karakter generasi muda yang berjiwa toleran, hormat-menghormati, saling menghargai, mengutamakan kepentingan umum, dan cinta terhadap perdamaian,” katanya. Lebih lanjut disampaikannya, tugas pokok Gerakan Pramuka adalah menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak dan pemuda, sehingga dapat membentuk kader-kader pembangunan yang berjiwa Pancasila dan sanggup serta mampu menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan negara.

“Gerakan Pramuka hidup dan bergerak di tengah masyarakat dan berusaha membentuk kader-kader pembangunan yang berguna bagi masyarakat. Karenanya gerakan Pramuka memerhatikan pula keadaan, kemampuan, kebutuhan dan harapan masyarakat termasuk para orangtua. Sehingga Gerakan Pramuka terutama pada satuan-satuannya dapat menyiapkan tenaga Pramuka sesuai dengan apa yang diharapkan orangtua dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Disampaikannya juga, masalah yang dihadapi Gerakan Pramuka saat ini adalah rendahnya kualitas dan kuantitas Pembina Pramuka. Sehingga sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan pembina Pramuka dalam membina peserta didik diperlukan pendidikan dan latihan (kursus).

“Saya mengharapkan lewat kegiatan ini pembina Pramuka semakin memiliki pengalaman dalam hal kepramukaan serta memahami ide dasar kepramukaan. Apalagi saat ini gerakan pramuka sudah masuk ekskul wajib berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012. Karena itu, diperlukan kursus Pembina Pramuka mahir Tingkat Dasar agar  mampu mencetak kader kepramukaan yang benar-benar berkualitas,” pungkasnya. 

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/36715/kwarcab-pramuka-gelar-kursus-mahir-dasar.html

Senin, 21 Oktober 2013

103 Pramuka Penegak Ikuti Seleksi UBALOKA

Purwokerto - Di Stadion Satria Purwokerto, Minggu (20/10/2013), 103 anggota Pramuka rela menghabiskan hari liburnya untuk menjadi calon Relawan Pramuka yang tergabung dalam Korps UBALOKA (Unit Bantu Pertolongan Pramuka).

Mereka diwajibkan lari di tengah lapangan selama 6 menit dilanjutkan dengan push up dan set up masing-masing 1 menit. Test Jasamani atau Kesamaptaan ini wajib mereka ikuti, karena menjadi salah satu syarat yang wajib diikuti. Ada yang lari kencang seakan tak merasa panasnya matahari, ada yang terengah-engah, bahkan ada yang sampai muntah-muntah.

Ketua Sanngga Kerja, Diana Dwi Putra mengatakan  Seleksi Calon Ubaloka ini digelar oleh Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Banyumas, dilaksanakan 2 hari, Sabtu dan Minggu, (19/10) dan (20/10/2013).

Tahun ini, Seleksi UBALOKA diikuti oleh 103 Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Perutusan dari Pangkalan dan Kwartir Ranting se- Kabupaten Banyumas, 32  diantaranya anggota Pramuka Putri. 

“Hari Sabtu, peserta mengikuti tes kemampuan Berenang Gaya Bebas dan Water Trappen. Hari ini seleksi kesamaptaan, sebelumnya mereka mengikuti cek riwayat kesehatan berupa pengecekkan tinggi badan, berat badan dan tensi, serta tes tertulis,”  kata Diana, Minggu (20/10/2013).

Setelah melaksanakan Tes Kesamaptaan, peserta kemudian mengikuti wawancara. Wawancara berfungsi untuk mengetahui seberapa jauh minat serta kesanggupan peserta seleksi dalam mengikuti Gladi Tangguh Ubaloka, termasuk dukungan dari pihak sekolah dan terutama dari pihak orang tua. Karena Anggota UBALOKA nantinya memiliki tugas yang tidak mudah, yaitu bertugas pada Bidang Kemanusiaan, khususnya di Search and Rescue, disamping melaksanakan pula tugasnya sebagai anggota Pramuka dan sebagai pelajar.

Setelah melalui seluruh proses seleksi, dari 103 peserta akan dipilih 40 calon Anggota UBALOKA yang nantinya akan mengikuti tahapan Gladi Tangguh dan yang lulus akan resmi menjadi anggota UBALOKA Banyumas.

Komandan UBALOKA Banyumas, Kuswanto menegaskan, bahwa menjadi anggota UBALOKA mempunyai tanggung jawab yang besar, bukan untuk gagah-gagahan. “Dalam proses Gladi Tangguh nantinya, peserta harus mematuhi semua aturan yang ada, karena sistem pendidikan UBALOKA adalah Sistem Komando dan Sistem Disiplin Penuh” pesan Kuswanto.

Sumber : http://rri.co.id/index.php/berita/74348/103-Pramuka-Penegak-Ikuti-Seleksi-UBALOKA#.UmTl_1M2Dk8

Pesanan Tanda Harian Pancawarsa

Terima kasih atas pesanan tanda harian Pancawarsa yang di rangkai. Kami mohon maaf karena pengerjaan terjadi keterlambatan. Semoga tidak berkenan atas hasilnya. Kami tunggu pemesanan selanjutnya

Minggu, 20 Oktober 2013

Gulingkan batu kuno, Pembina Pramuka terancam hukuman pidana

Tuntutan pidana tengah dipertimbangkan terhadap seorang pembina pramuka di AS yang menggulingkan batu kuno berusia lebih dari ratusan juta tahun di Utah, Amerika Serikat.

Pembina pramuka yang diketahui bernama Glenn Taylor dalam sebuah tayangan video di situs YouTube terlihat mendorong batu merah berusia 170 juta tahun di Taman Nasional Goblin Valley.

Dalam rekaman tersebut Taylor terlihat merayakan 'kekuatannya' menggulingkan batu kuno berbentuk jamur yang dikenal sebagai "goblin" tersebut bersama teman-temanya yang juga adalah pembina pramuka.

Dia beralasan, tindakan untuk menggulingkan batu besar tersebut untuk mencegah agar batu tersebut jatuh menimpa orang yang kebetulan melintas di lokasi.

Tetapi video ini langsung mendapatkan banyak reaksi negatif. Dan tindakannya tersebut kini justru membawa dirinya dalam ancaman tuntutan hukum dari negara.

Siap terima hukuman

Dave Hall salah satu pembina pramuka yang turut serta dalam aksi ini mengaku mereka akan bertanggung jawab.

"Saya merasa kami telah membuat keputusan yang tepat, tetapi mungkin dengan metode yang salah," katanya.

"Kami bertanggung jawab penuh atas semua kesalahan yang kami perbuat, dan kami terbuka atas segala konsekuensinya baik dari negara bagian, kantor Pramuka Amerika, dan sebagainya."

Juru bicara Taman Nasional Utah Eugene Swalberg mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan tuntutan hukum.

"Ini adalah perilaku yang tidak bisa dihargai atau berlangsung di taman nasional," katanya kepada sebuah media lokal, Deseret News.

"Bebatuan ini terbentuk dalam jutaan tahun, dan semestinya bisa bertahan untuk waktu yang lama. Bebatuan ini tidak butuh tindakan manusia untuk melakukan pekerjaan alam."
Pramuka Amerika yang memiliki jutaan anggota juga mengecam aksi ini, dan memperingatkan akan ada tindakan yang "layak" atas insiden tersebut.
 
 
Sumber : http://www.tribunnews.com/internasional/2013/10/20/gulingkan-batu-kuno-pembina-pramuka-terancam-hukuman-pidana

Jumat, 18 Oktober 2013

Ready Stok ! Badge Jota-Joti 2013

Ready Stok Badge Jota Joti Internasional 2013 bagi kakak-kakak Pramuka di seluruh Indonesia

Pemesanan sms 0812 1774 6083

Link harga lihat disini http://scoutaddictindo.blogspot.com/2012/05/badge-kegiatan.html

Jambore Cabang Pramuka Sukoharjo

SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya yang juga selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukoharjo membuka Jambore Cabang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukoharjo Tahun 2013, Kamis (17/10/2013). Pembukaan dilakukan di halaman SMPN 2 Nguter. Dalam acara ini juga dihadiri oleh Majelis Pembimbing Cabang, Ka Kwarcab dan Andalan, Kamabiran, Kamabigus, Kamabides serta para Kepala SKPD.

Dalam sambutannya Bupati Sukoharjo sekaligus Kamabicab Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengajak semua para peserta jambore melalui kegiatan ini untuk melestarikan dan mengembangkan budaya adi luhung seperti tema jambore tahun ini yaitu Berbudaya Maju dan Berkarakter. Ditekankan pula Kamabicab mengajak setiap elemen untuk menjadikan Kabupaten Sukoharjo sebagai Kabupaten Pramuka, serta dalam rangka berbenah diri akan ditempatinya Kabupaten Sukoharjo sebagai ajang Perkemahan Bhakti Husada tingkat Jawa Tengah Tahun 2014.

Diharapkan pada tiap-tiap gugus depan dan batas wilayah serta tempat-tempat strategis, hendaknya dipasang patung Tunas Kelapa. Pemasangan ini dilakukan sebagai bagian dari identitas diri serta keseriusan menjadikan Sukoharjo sebagai kabupaten pramuka.

“Silahkan dipasang patung tunas kelapa dari gugus depan hingga batas wilayah di Sukoharjo. Dengan begitu maka orang akan melihat Sukoharjo sebagai pusat pramuka,” ujar Wardoyo Wijaya.

Masih menurut Wardoyo bahwa sudah sejak dua tahun terakhir Kabupaten Sukoharjo serius dalam berbagai kegiatan pramuka. Bahkan dibeberapa kegiatan tingkat daerah bahkan nasional sering menjadi juara.

Disisi lain pengembangan pramuka ditingkat sekolah juga mendapat antusias besar dari para pelajar. Mereka ikut tertarik dengan mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan di sekolah.

Keseriusan juga ditunjukan oleh Kabupaten Sukoharjo dengan meminta para pegawai negeri sipil (PNS) mengenakan seragam prauka. Hal ini dilakukan rutin sejak satu tahun terakhir di semua satuan kerja.

Kepala Bagian Humas Setda Sukoharjo, Joko Nurhadiyanto menambahkan bahwa kegiatan jambore ini adalah kegiatan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang, sebagai sarana pembinaan, ditambahkannya juga kegiatan ini menitik beratkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual, dan sosial baik sebagai individu maupun anggota masyarakat.

Sumber : http://krjogja.com/read/190638/bupati-buka-jambore-cabang-kwartir-gerakan-pramuka.kr

Minggu, 13 Oktober 2013

Kwarcab Bengkalis Taja Penyuluhan Narkoba

BENGKALIS,  - Sebagai salah satu bentuk keprihatinan atas merebaknya penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat saat ini, khusus di kalangan generasi muda, Kwartir Cabang (Kwarcab) 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis melakukan kerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).

Kerjasama itu diantaranya diwujudkan dengan dilakukan kegiatan penyuluhan kepada anggota Kwarcab 0404 seperti yang dilaksanakan Sabtu (12/10) lalu. Penyuluhan yang dilakukan di sela-sela kegiatan perkemahan Jum̢۪at, Sabtu Minggu (Perjusami) dalam rangka peringatan Hari Pramuka ke-52 Tahun 2013 dan diikuti sekitar lima ratus anggota siaga, penggalan, penegak dan pendega anggota Kwarcab 0404 itu, dilaksanakan di Bumi Perkemahan Awang Perkasa Desa Kelapapati Bengkalis. Bertindak selaku penyuluh dalam kegiatan itu Eri Samsuar dan Reni Adelia dari BNK Bengkalis.

Ketua Kwarcab 0404, H Riza Pahlefi menjelaskan penyuluhan yang dilakukan bekerjasama dengan BNK Bengkalis ini, merupakan salah satu wujud nyata dan parstisipasi aktif Kwarcab 0404 untuk ambil bagian dalam mencegah kian maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

''Khususnya di kalangan pelajar dan generasi muda.  Dari kegiatan penyuluhan ini, seuruh peserta diharapkan bukan hanya mengetahui dan memahami pengertian narkoba, jenis, faktor penyebab, dampak buruk, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Lebih dari itu, dapat menjadi pionir dan duta-duta anti narkoba di daerah ini. Baik itu bagi komunitas Pramuka sendiri, pelajar, generasi muda maupun masyarakat luas,'' jelas Riza.

Mantan Wakil Bupati Bengkalis ini mengajak seluruh anggota Kwarcab untuk dapat berperan aktif membantu setiap upaya-upaya yang dilakukan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan BNK dalam mencegah maraknya penyalahgunaan narkoba di daerah ini.

''Membantu setiap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba itu merupakan pengamalan prinsip menolong sesama dalam Trisatya Pramuka. penyalahgunaan narkoba di daerah ini. Karena itu, setiap anggota Kawrcab 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis harus ambil bagian secara aktif membantu setiap upaya untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di daerah ini,'' kata Riza, usai mengikuti kegiatan penyuluhan tersebut.

Ditambahkan Riza, kerjasama Kwarcac 0404 dengan BNK Bengkalis akan dilakukan secara berkesinambungan. ''Baik itu dalam bentuk penyuluhan seperti ini maupun kegiatan lainnya. Sebagai bentuk pengamalan Trisatya Pramuka, Kwarcab 0404 siap membantu setiap upaya yang dilakukan untuk mencegah kian maraknya peredaran narkoba di daerah ini. Baik itu yang dilakukan BNK Bengkalis, maupun institusi lainnya,'' tegas Riza didampingi Wakil Ketua Kwarcab 0404, H Umran.

Terpisah Ketua BNK Bengkalis, H Suayatno mengingatkan, sebagai bagian dari generasi muda, anggota Pramuka juga akan menjadi sasaran sindikat narkoba. Hal ini dikarenakan posisi Pramuka yang dikenal teguh dan disiplin dalam berbagai sisi kehidupan akan menjadi semacam promosi gratis bagi sindikat bila Pramuka sampai jatuh dalam narkoba.

''Karenanya jangan beri kesempatan dan ruang sekecil apapun bagi sindikat narkoba untuk masuk. Dalam perspektif ini, Pramuka merupakan dan harus menjadi benteng pertahanan para pemuda dalam menghadapi bahaya narkoba. Setiap anggota Pramuka di daerah ini mesti terus membangun dan menguatkan komitmen untuk meraih prestasi tanpa narkoba,'' ajak Wakil Bupati Bengkalis.

Sebagaimana Riza, Wakil Bupati Bengkalis ini juga berharap agar seluruh insan Pramuka Kwarcab 0404 Gerakan Pramuka Bengkalis dapat  menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan pelajar dan generasi muda.

Pada bagian lain, Suayatno mengatakan, para pelajar dan generasi muda yang terlibat aktif dalam kegiatan Pramuka lebih beruntung, karena mereka dibekali pembentukan karakter positif dan materi kepemimpinan. Kesempatan untuk melakukan hal-hal negatif seperti menggunakan narkoba, dapat tereliminasi oleh kegiatan positif yang ada di dalam kegiatan Kepramukaan.

Suayatno berharap, bagi sekolah-sekolah yang kegiatan kepramukaannya selama ini kurang aktif, hendaknya dapat diaktifkan kembali. Diisi dengan berbagai kegiatan. Sebab, imbuhnya, sebagai wadah membangun generasi muda bangsa yang berkarakter, kegiatan Pramuka memberikan dampak positif dalam mencegah dan memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba.

''Berdasarkan hasil penelitian, sekitar  9-10 persen siswa merupakan pengguna narkoba. Namun para pengguna tersebut bukan orang yang mengikuti ekstrakurikuler seperti Pramuka. Biasanya para pengguna ini terpengaruh karena kehidupan dunia luar seperti nongkrong,'' papar Suayatno seraya mengatakan kerjasama BNK Bengkalis dengan  Kwarcab 0404 akan dilakukan berkesinambungan.

- See more at: http://www.goriau.com/berita/peristiwa/kwarcab-0404-bengkalis-taja-penyuluhan-narkoba-kerjasama-bnk.html#sthash.TDrfRBYR.dpuf

Jumat, 11 Oktober 2013

Sandi Pramuka : Sandi Kompas

Didalam Kepramukaan memiliki banyak sandi yang bisa kita pelajari. Salah satunya Sandi Kompas.

Sandi Kompas didasarkan pada 8 arah mata angin. Huruf "A" dimulai dari arah utara yaitu dari atas dan huruf selanjutnya sesuai arah jarum jam

  

Sumber :
http://laskardp.wordpress.com/2010/07/15/sandi-kompas/
http://bintangyea.blogspot.com/2011/03/sandi-sandi-pramuka.html

Rabu, 09 Oktober 2013

Jadikan Gudep Sebagai Ujung Tombak Ekskul Pramuka

MALANG - Berawal dari komitmen sekolah untuk mendukung program pemerintah dalam menjadikan pramuka sebagai ekskul wajib, pramuka pangkalan SMA Laboratorium UM melaksanakan kegiatan pengukuhan gerakan pramuka Gugus Depan (Gudep) Kota Malang.“Setelah berkoordinasi dengan kwartir cabang, kami sepakat untuk melaksanakan pengukuhan ini untuk menyiapkan Gudep sebagai ujung tombak kegiatan ekskul pramuka di sekolah kami,” ujar Gianto S Pd, pembina Gudep putra di SMA Laboratorium UM.

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir perwakilan dari Polsek Klojen dan komandan kodim militer  yang juga menyasikan proses pengukuhan. Sedangkan Peni Suparto sebagai Ketua Gerakan Pramuka Cabang Malang yang diwakili oleh Heri T, melaksanakan proses sakral tersebut. Dalam sambutannya, Heri mengimbau kepada generasi muda untuk melandasi setiap langkahnya dengan kode etik yang sesuai dengan kepramukaan.

Heri berharap, gerakan pramuka di sekolah ini berdampak positif bagi sekolah, guru dan siswa, yang di masa mendatang akan memunculkan manusia-manusia yang memiliki gaya kepemimpinan model pramuka. Ia juga mengajak para guru dan siswa kelas XI dan XII yang tidak wajib mengikuti ekskul pramuka, untuk secara tidak lagsung ikut serta di dalam mendukung pengembangan kepramukaan, sehingga melalui gerakan pramuka akan membangun karakter bangsa.

Dalam upacara pengukuhan tersebut, Gianto menegaskan kepada anggta pramuka pangkalan SMA Laboratorium UM bahwa mereka sudah memiliki hak dan kewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaaan yang sah.  “Mulai saat ini, kegiatan-kegiatan kepramukaan SMA Laboratorium UM telah diakui oleh pengurus Kwartir Ranting Klojen dan Cabang Malang,” tegasnya saat ditemui seusai kegiatan.

Melalui gerakan Pramuka, Gianto yakin generasi muda akan mampu membangun karakter bangsa dengan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

Sumber : http://www.malang-post.com/edupolitan/74668-jadikan-gudep-sebagai-ujung-tombak-ekskul-pramuka-

Minggu, 06 Oktober 2013

Gerakan Pramuka: Menuju Pembentukan SAKA KALPATARU

Kwarda Gerakan Pramuka Banten dan BLHD Provinsi Banten  bersepakat membentuk SAKA Kalpataru di Provinsi Banten. Pelantikannya sendiri dilakukan oleh Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Banten Bapak H. Muhammad Masduki. Kegiatan ini kelanjutan dari pertemuan “Peningkatan Kapasitas Pamong dan instruktur SAKA KALPATARU yang di-inisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta pada tanggal, 10 – 14 Juni 2013 yang lalu.

Provinsi Banten adalah Provinsi ke 3 setelah Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jawa Tengah yang telah berhasil melakukan pembentukan dan pelatihan kepengurusan Organisasi SAKA Kalpataru yang saat ini sedang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Dalam waktu dekat sebelum bulan Oktober 2013 ini,  akan segera  menyusul tujuh Propinsi  yang tengah disiapkan pembentukan organisasi Saka Kalpataru diantaranya  1. Propinsi Lampung, 2. Propinsi DKI Jakarta,3. Propinsi Jawa Barat, 4. Daerah Istimewa Yogjakarta, 5. Propinsi Jawa Timur, 6. Propinsi Bali, 7. Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Saka Kalpataru saat ini telah menyelesaikan tiga KRIDA yang telah di rumuskan sebagai awal pembentukannya yaitu KRIDA 3R, KRIDA Perubahan Iklim dan KRIDA Keanekaragaman Hayati. Ketiga Krida tersebut akan disampaikan sebagai materi ajar oleh para pamong dan instruktur Saka Kalpataru yang sudah dibekali pelatihan untuk mengajarkan kepada anggota Pramuka Penegak dan Pandega  yang mempunyai minat untuk menjadi anggota Saka Kalpataru.
Pada bulan Oktober 2013 diharapkan dapat terselesaikan kepengurusan Organisasi Saka Kalpataru di 9 Provinsi, untuk selanjutnya dikukuhkan pada Munas Gerakan Pramuka  di Kupang pada awal Desember 2013.

Sumber : http://www.menlh.go.id/gerakan-pramuka-menuju-pembentukan-saka-kalpataru/

Jumat, 04 Oktober 2013

Pembina Pramuka Dituntut Memiliki Kemahiran

PALANGKA RAYA – Wakil Wali Kota Palangka Raya Mofit Saptono Subagio, meminta agar seorang pembina pramuka memiliki kemahiran. Tidak hanya pada saat menjalankan tugasnya dilapangan saja, tetapi juga harus mahir dalam menyusun perencanaan yang dibutuhkan organisasi untuk mendukung proses dan kegiatan belajar mengajar.
 
Dijelaskannya, dengan menyebut seseorang mahir, maka akan memiliki makna sangat terlatih dalam menjalankan sesuatu yang dilandasi oleh kecakapan atau keterampilan. Seorang pembinan harus senantiasa memperhatikan berbagai hal agar pelatihan berjalan dengan baik sesuai target yang diinginkan.
 
“Diantaranya memahami tentang situasi, tingkatan peserta didik yang dihadapi, dan materi apa yang ingin disampaikan. Jangan sampai lebih luas wawasan peserta didik dari pada pembinannya,”ungkap Mufit saat membacakan sambutan Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia di acara pembukaan kursus mahir mahar tingkat dasar (KMD) ke XXII pembina pramuka se Palangka Raya tahun 2013 di Aula STAIN, Senin (30/9).
 
Diakuinya, melatih seorang peserta didik di dunia kepramukaan tidaklah mudah, selain membina seseorang untuk menjadi kreatif dan inovatif seorang pendidik juga bisa mengedepankan pembinaan karakter dan watak sebagaimana telah diamanahkan oleh anggaran dasar dan anggaran rumah tangga gerakan pramuka.

Sumber : http://www.kaltengpos.info/berita/detail/482/pembina-pramuka-dituntut-memiliki-kemahiran.html

Sandi Pramuka : Sandi Koordinat

Sandi Koordinat adalah satu sandi yang biasa digunakan dalam kegiatan Kepramukaan.
Dalam membuat sandi ini harus di beri tanda kunci sebagai acuan untuk mengerikan sandi ini

Selamat mencoba

Sumber : http://tunaskelapa-pramuka.blogspot.com/2011/09/sandi-pramuka.html

Kamis, 03 Oktober 2013

Pemkab Sragen Sosialisasikan Program Wajib Pramuka

Sragen — Guna meningkatkan pemahaman tentang program wajib Pramuka yang telah dicanangkan di Kabupaten Sragen, Pemkab Sragen bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Sragen menggelar sosialisasi Peraturan Bupati nomor 32/2013 tentang Program Wajib Pramuka bagi Peserta Didik dan Pegawai di lingkungan Pemkab Sragen, di Aula Sukowati, Setda Sragen, Rabu (2/10).

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman  ketika membuka sosialisasi mengatakan Program Wajib Pramuka bagi peserta didik dan PNS di lingkungan Pemkab Sragen merupakan salah satu bagian dari upaya untuk melakukan rekayasa masa depan.

Manfaat gerakan Pramuka mungkin tidak dapat dirasakan saat ini, namun baru dapat dirasakan 20 atau 30 tahun lagi. Saat itu Kabupaten Sragen akan ‘panen raya’ generasi berkualitas unggul dan berkualitas yang akan menjadi pemimpin atau tokoh di berbagai bidang kehidupan.

“Program Wajib Pramuka merupakan salah satu upaya untuk membangun Kabupaten Sragen sesuai dengan Slogan Greget Bangun Sukowati (Gerbang Sukowati). Gerakan Pramuka juga merupakan salah satu bagian dari program mbela wong cilik sebagaimana visi dan visi Pemkab Sragen saat ini,” katanya.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Sekda Sragen, Tatag Prabawanto, para Kepala SKPD dan pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemkab Sragen, serta Ketua  Kwarcab Kabupaten Sragen.

Sementara Ketua Kwarcab Pramuka Kabupaten Sragen, Sutiman mengatakan, Program Wajib Pramuka bagi anak didik dan pegawai yang telah dicanangkan Pemkab Sragen telah menjadi perbincangan  sampai di tingkat nasonal. Menurutnya, Program Wajib Pramuka merupakan  ide yang luar biasa dari Bupati Sragen yang mempunyai tujuan yang amat mulia.

Sumber :  http://www.timlo.net/baca/68719513393/pemkab-sragen-sosialisasikan-program-wajib-pramuka/

Senin, 30 September 2013

Pramuka Lahirkan Calon Pemimpin Masa Depan

Sibilga - Di tengah gencarnya terpaan budaya pop dari luar negeri kepada generasi muda Indonesia, gerakan  Pramuka semakin diperlukan untuk menjadikan generasi ini tidak kehilangan nilai-nilai ke-Indonesiaan mereka.

Bahkan nilai-nilai positif  kemanusiaan dan cinta Indonesia yang tergambar dalam Trisatya dan Dasadharma Pramuka itu, bisa membentuk generasi muda Indonesia sebagai generasi unggul dan tangguh.

Pentingnya menggelorakan gerakan Pramuka ini ditegaskan Gubernur Sumatera Utara saat memimpin upcara peringaan HUT ke-52 gerakan Pramuka tingkat Sumatera Utara di  Lapangan Simaremare Kota Sibolga, Sabtu (28/9)  petang kemarin.

"Pramuka tentu masih relevan untuk menjawab masuknya nilai-nilai dari luar negeri. Lewat aktifitas kepanduan ini bisa melahirkan kader-kader pemimpin Indonesia masa depan. Pramuka harus terus digiatkan dalam dunia pendidikan kita, karena gerakan ini turut membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, kreatif memanfaatkan waktu, serta bagaimana kita mengemban tugas,"kata Gubernur Sumatera Utara yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Pramuka Sumatera Utara.

Tampak juga hadir pada acara itu antara lain Ketua Tim Penggerak PKK Sumut Hj Sutias Handayani, Ka Kwarda Sumut H Nurdin Lubis SH MM, Walikota Tebing Tinggi, Wakil Bupati Deli Serdang, Waill Bupati Simalungun, Wakil Walikota Binjai, Wakil Bupati Tapteng, Wakil Bupati Madina para pengurus Kardasu, para Ketua Kwartir Cabang se-Sumatera Utara.

Dalam peringatan HUT Pramuka tersebut, Gubsu sekaligus menganugerahkan penghargaan Satya Lencana Melati, Darma Bakti dan Panca Warsa kepada para pemimpin kabupaten/kota atas jasa-jasanya turut memajukan gerakan kepramukaan di Sumut.

Ketika membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional,  Gubsu mengatakan, Pramuka menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, selain tetap memupuk nilai-nilai sosial budaya unggulan khas Indonesia.

"Lewat Pramuka misalnya, Pramuka Siaga dilatih serta dibiasakan untuk mengantre. Sejak SD anak-anak belajar antre, bekerjasama dan tidak saling serobot sehingga gilirannya tiba. Saat antre, anak Pramuka siaga juga belajar bersosialisasi dengan orang yang ikut mengantre, memanfaatkan waktu selama mengantre," katanya.

Walikota Sibolga M Syafri Hutauruk dalam sambutannya mengucapkan rasa syukur dan selamat datang kepada Gubsu dan rombongan serta pramuka." Kami berterimakasih atas kepercayan Pak Gubsu yang telah menunjuk Kota Sibolga menjadi tuan rumah,"ujarnya.

Syafri berharap peringatan HUT Pramuka yang menjadi momentum untuk meningkatkan peran dan aktivitas Pramuka sebagai organisasi kepanduan dalam membangun gerenasi muda yang berwatak kokoh, tangguh dan berkepribadian Indonesia.

"Mari bersama kita wujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat melalui gerakan Pramuka  sejak anak-anak sekolah," harap Walikota Sibolga.

Dalam upcara tersebut, Gubernur dan para bupati/walikota disuguhi sejumlah atraksi kesenian yang dibawakan anggota Pramuka. Aksi musik perkusi dari benda-benda bekas dan marching band Pramuka Penegak.

Sumber : http://www.dnaberita.com/berita-97450-pramuka-lahirkan-calon-pemimpin-masa-depan.html

Sabtu, 28 September 2013

Pramuka Sulsel Bentuk Tim Reaksi Cepat

Ketua Panitia Rahman Syah mengungkapkan ke Tribun ujuan dari Temu Orientasi bertauk Pramuka Peduli ini akan menguatkan Kwartir Cabang (Kwarcab) masing-masing Kota/Kabupaten di Sulsel secara kelembagaan. Karenanya akan membentuk satuan Pramuka Peduli dan Tim Reaksi cepat.

"Pramuka di Sulsel punya infrastruktur dengan gerakan cepat tanpa membutuhkan lagi bantuan secara Nasional. Dan ini akan membantu Institusi yang terkait dalam kegiatan kemanusiaan, dan bencana alam di 24 kabupaten/ kota di Sulsel," ujarnya.
Tim reaksi Gerakan Cepat Pramuka ini, akan dibentuk 30 orang/ Kwarcab, dan Peserta ini, akan dibekali 3 ilmu, selama Temu Orientasi. Seperti, Sumber Daya Alam, Peduli Lingkungan, dan Penanggulangan Bencana Alam.

Sumber : http://makassar.tribunnews.com/2013/09/28/pramuka-sulsel-bentuk-tim-reaksi-cepat

Jumat, 27 September 2013

220 Tiska Kemah Bakti Nemulan

Terima kasih kepada panitia Kemah Bakti Nemulan Kecamatan Wates Kabupaten Kediri., yang telah memesan 220 buah tiska di kedai atribut perlengkapan Pramuka ScoutAddict.

Semoga sesuai keinginan, serta kami tunggu pemesanan selanjutnya

Sandi Pramuka : Sandi AN

Sandi AN

Kunci A=N



CONTOH :
CENZHXN dibaca PRAMUKA

Sumber : http://patihrumbih025026.blogspot.com/2010/07/sandi-sandi-dasar.html

Kamis, 26 September 2013

Pramuka di Medan Harus Miliki Sumber Dana Sendiri

MEDAN - Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi membuka Rapat Kerja Pramuka Kwartir Cabang Kota Medan tahun 2013 di Garuda Plaza Hotel Medan, Rabu (25/9). 

Diharapkan rapat ini dapat memformulasikan program-program kerja yang dapat meningkatkan peran aktif pramuka di tengah-tengah masyarakat Kota Medan.

Dihadapan Ketua Harian Kwartir Cabang Kota Medan Drs H Chairul Anwar, Sekretaris Kwartir Cabang Kota Medan Drs H Ahmad Samadi, sejumlah pimpinan SKPD serta Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka, Eldin kembali mengingatkan tentang 3 revitalisasi gerakan pramuka. Pertama memperkuat dasar hukum gerakan pramuka sebagai organisasi pendidikan non formal di tanah air. Hal itu dimulai dari kelembagaan di tingkat kwartir ranting yang harus tetap dibina dan disesuaikan dengan ketentuan organisasi.

Kedua, lanjutnya, pembaharuan sistem pendidikan kepramukaan. Pembaharuan ini terus terproses untuk dilaksanakan di Kwartir Cabang Medan. Sedangkan yang ketiga adalah kemandirian organisasi. Untuk itu diperlukan kerja keras dan pembiayaan cukup besar guna menopang kegiatan pramuka.

“Kita menyadari tidak mungkin selamanya bergantung pada bantuan pemerintah. Untuk menjaga oronomi dan idenpendensi organisasi, Gerakan Pramuka harus memiliki sumber dana sendiri. Untuk itu sebagaimana yang telah diamanahkan UU No.12 tahun 2010. Saya menghimbau kiranya seluruh kwartir ranting dapat mulai memikirkan dan berupaya untuk membentuk unit usaha yang dimaksud,” kata Eldin.

Sebagai langkah awal, jelas Eldin, setiap kwartir ranting perlu melakukan pendataan aset yang dimiliki. Tentu saja pengembangan dan pengelolaan aset dalam bentuk badan usaha dapat dilakukan bekerjasama dengan pihak ketiga. Yang penting sepanjang menguntungkan dan bermanfaat bagi Gerakan Pramuka.

Eldin selanjutnya mengingatkan, selaku penyelenggara pendidikan kepramukaan, Gerakan Pramuka mempunyai peranan besar dalam pembentukan kepribadian generasi muda yang saat ini telah menjadi dambaan utama masyarakat Indonesia. Untuk itu dia mengajak semua dapat kembali bersama-sama memantapkan penghayatan dan pengamalan nilai-nilai yang tercantum dalam Trisatya dan Dharma Pramuka.

Di penghujung sambutannya, Eldin selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Medan berharap agar rapat kerja ini akan menghasilkan panduan kegiatan Kwartir Cabang Kota Medan yang menjadi acuan bagi kwartir ranting dalam melakukan berbagai pengembangan kegiatan kepramukaan di gugus depan.

Sementara itu menurut Ketua Harian Kwartir Cabang Kota Medan Drs Chairil Anwar, tujuan rapat kerja ini dilakukan untuk menghayati permasalahan-p;ermasalahan stategi yang dihadapi oleh Grekan Pramuka dalam upaya melaksanakan penyelenggaraan kepramukaan sesuai dengan amanah Muscab tahun 2009 dan masa depan Gerakan Pramuka.

“Selain itu juga untuk meningkatkan dan mempercepat komunikasi internal Gerakan Pramuka, khususnya di jajaran Kwartir Cabang Medan,” kata Chairil.

Sumber :  http://medan.tribunnews.com/2013/09/25/pramuka-di-medan-harus-miliki-sumber-dana-sendiri

Selasa, 24 September 2013

Medan Tuan Rumah Perkemahan Pemuda Serumpun

Kota Medan akan menjadi tuan rumah Perkemahan Pemuda Serumpun yang dilaksanakan di Lapangan Cadika Medan Johor, pada 23-27 Oktober 2013.“Kegiatan itu akan diikuti utusan pramuka dari negara-negara ASEAN dan sejumlah daerah di Indonesia,” kata Ketua panitia pelaksana Perkemahan Pemuda Serumpun 2013, Destanul Aulia di Medan, Senin.

Destanul menyatakan hal itu usai melaporkan rencana kegiatan tersebut kepada Plt Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin di Balai Kota Medan.

Ia menjelaskan, Perkemahan Pemuda Serumpun 2013 direncanakan diikuti peserta dari Kwartir Pramuka se Indonesia sebanyak 1.045 orang dan anggota pramuka dari negara-negara Asia Tenggara sebanyak 263 orang.

Kegiatan itu sangat bermanfaat bagi gerakan pramuka di dalam negeri dan luar negeri karena momentum tersebut dapat dimanfaatkan para peserta untuk mengaplikasikan sekaligus saling berbagi pengetahuan tentang kepanduan.

Selama kegiatan itu, lanjut dia, masing-masing peserta akan melakukan berbagai aktivitas yang bersifat kreatif, produktif, edukatif, inovatif dan rekreatif.

Beberapa rangakain kegiatan Perkemahan Pemuda Serumpun, antara lain mendaki gunung, jejak wisata kota, permainan persahabatan, api unggun, malam budaya, paintball, outbounds dan karnaval budaya.

“Perkemahan Pemuda Serumpun juga termasuk salah satu wahana untuk mempersiapkan generasi muda dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan agar mereka memiliki bekal saat terjun ke masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Destanul, Perkemahan Pemuda Serumpun diadakan sekaligus untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 65.

Dalam melaksanakan Perkemahan Pemuda Serumpun 2013, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Medan.“Kami berharap Perkemahan Pemuda Serumpun di Medan ke depan bisa menjadi agenda tahunan,” ujar Destanul.

Sebelumnya, Plt Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, mengatakan pihaknya mengapresiasi gagasan Kwarcab Pramuka Medan menggelar Perkemahan Pemuda Serumpun tahun 2013.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membina silatuhrahmi di antara sesama anggota pramuka se Asia Tenggara, sehingga semakin menambah wawasan masing-masing peserta,” ujarnya.

Eldin menambahkan, Lapangan Cadika Medan siap dipakai untuk penyelenggaraan Perkemahan Pramuka Serumpun karena telah selesai direnovasi oleh Pemkot Medan.

Senin, 23 September 2013

Lebih Berkualitas karena Pramuka

Jambi - Pada  usia ke 51 tahun 2013 ini, Gerakan Pramuka (GP) tetap dan masih eksis menjadi organisasi kepanduan di bumi Indonesia.  Banyak torehan sejarah, aktivitas, kader dan generasi penerus bangsa berkualitas yang sudah dilahirkan GP.  Mereka saat ini berkiprah dalam berbagai bidang pembangunan di negara ini.

Tiga anggota Pramuka yang tergabung di Gugus Depan SMAN Titian Teras Jambi, masing- masing, Wahyu Habiby Siregar, Fawzia Laila Hanum Nasution dan M. Bagastara Pane secara bergantian menuturkan pengalaman dan manfaat bergabung dalam kegiatan kepanduan tersebut, Sabtu (21/9) di kampus SMAN Titian Teras di Pijoan Kab. Muaro Jambi.

"Pramuka memberi kita kesempatan lebih banyak bersosialisasi di banyak lingkungan, baik di internal GP maupun eksternal," ungkap Wahyu yang saat ini dipercaya menjadi pradana di dewan ambalannya.  Kepercayaan itu otomatis memberi kesempatan Wahyu mengorganisir anggota- anggotanya.

Kepemimpinan dan mengorganisir merupakan sisi lain yang menambah kecakapan pribadi.  "Kita mesti bisa menerima pendapat orang lain dan mencapai tujuan dari program-program yang sudah kita susun bersama," imbuh siswa kelas XII IPA di sekolahnya ini.

Sementara Fawzia, pradana putri di dewan ambalan gudepnya menuturkan; pramuka membuatnya belajar banyak tentang tanggung jawab.  "Kita juga menjadi lebih mandiri dan disiplin," imbuhnya.  Paradigma lain yang paling dirasakan gadis kelahiran Jambi, 28 Maret 1996 ini adalah pentingnya bekerjasama dan menghargai pendapat orang lain. 

Ditambahkan Bagas, selain menambah keterampilan dan keahlian, pramuka juga membentuk pribadinya sesuai dengan harapan tri satya dan dasa dharma pramuka.  "Pramuka juga membuat kita lebih kreatif, karena banyak keterampilan mendasar yang membuat hidup kita lebih cakap," ujarnya.
Wahyu, Fawzia dan Bagas baru-baru ini mewakili Kwarda Jambi pada kegiatan International Scout Peace Camp (ISPC) yang digelar di Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur.  Kegiatan berbasis dan bertujuan perdamaian pada level internasional itu memberi mereka manfaat lebih.  

"Dari seleksi saja sudah banyak persyaratan yang diwajibkan.  Seperti kemampuan berbahasa Inggris, mengorganisir dan softkill lainnya," jelas Fawzia.  Persyaratan lainnya mereka juga harus menampilkan seni tradisi yang mengharuskan mereka mendalami dan menguasai semua persyaratannya.

"Pokoknya senang, kita menambah pergaulan karena bertemu dengan anggota pramuka dari berbagai penjuru dunia yang jumlahnya ribuan, sekaligus menambah lancar kemampuan berbahasa asing," ujar Bagas seraya tersenyum.

Sementara Wahyu mencatat, dari iven itu ia mendapat kenyataan pengakuan dari peserta dari berbagai negara bahwa anggota Pramuka Indonesia terbanyak dibanding negara lain.  "Seragam kita juga diklaim terbagus, juga teraktif dalam kegiatan-kegiatannya," ujar pria kelahiran Jambi, 2 November 1996 ini.

Atas dasar itu Wahyu menepis, di usianya ke-51 aktivitas pramuka dianggap sudah kuno atau ketinggalan zaman.  "Itu tidak benar, justru kegiatan alam pada kegiatan pramuka menyeimbangkan otak kanan dan kiri," ujarnya.  Jika di sekolah otak kiri di isi terus-menerus, maka melalui kegiatan pramuka, teori yang diperoleh otak kiri bisa dipraktekkan otak kanan, jelasnya.

Jika Wahyu, Fawzia dan Bagas merasakan manfaat lebih dari keikutsertaanya menjadi anggota pramuka saat ini, Kepala Cabang (Kacab) AJB Bumiputera 1912 Jambi, Rizaldi, S.Pi justru merasakan manfaat kepramukaan saat ini, setelah ia berkiprah di dunia kerja.

"Manfaat yang saya dapatkan dari pramuka sangat besar.  Dinamika kelompok dengan segala aspeknya, pola hubungan antar kelompok menggambarkan hubungan tata kerja dan job description yang jelas pada masing-masingnya," ujar Rizaldi pada Tribun baru-baru ini.  

Pengalaman menjadi unsur pimpinan di organisasi pramuka, seperti Ketua Dewan Racana Putra Gudep Univ. Bung Hatta Padang dan DKC Kota Padang tahun 1994 ini, dirasakannya dalam hal  dinamika hubungan interpersonal dalam lingkup sosial serta pencapaian tujuan bersama (goal) saat menjadi kepala cabang saat ini.

"Pramuka menempa kita dalam wujud kegiatan-kegitan yang menuntut kita untuk kompak atau team work," imbuh Rizaldi yang saat ini berkesempatan menunaikan ibadah suci naik haji ke Mekkah.

Jika saat ini pramuka menjadi ektrakurikuler wajib di sekolah, Rizaldi mengatakan dukungannya.  "Itu lebih dibanding yang lalu, menjadi ekskul wajib di sekolah menurut saya sudah harga mati karena pramuka sudah membuktikan manfaat/faedahnya bagi generasi muda Indonesia dengan telah membina mental dan kepribadian serta telah mencetak pemimpin-pemimpin muda andal yang notabene sebelumnya punya basic aktifis di Gerakan Pramuka," ujar Rizaldi mengakhiri.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2013/09/23/lebih-berkualitas-karena-pramuka

Sandi Pramuka : Sandi AZ

SANDI AZ

  A  B  C  D  E  F  G  H  I  J  K  L  M        
  Z  Y  X  W V  U  T  S  R Q P  O  N               
CONTOH: KIZNFPZ    = PRAMUKA                

  KET: apabila A ditulis Z dan seterusnya sandi ini disebut sandi AZ karena A dan Z saling berhadapan

Kamis, 19 September 2013

Menhan Tekankan 4 Pilar Kebangsaan kepada Pramuka

Jakarta: Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Purnomo Yusgiantoro mengadakan kunjungan ke Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dalam rangka memberikan pembekalan kepada peserta Pelayaran Lingkar Nusantara III (Pelantara), yang merupakan gugus tugas bagian dari Sail Komodo 2013, di KRI Surabaya-591 yang sandar di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Selama berada di KRI Surabaya-591 ini, Menhan RI di dampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Hari Bowo, Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI S M Darojatim, Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan), Dr Ir Pos M Hutabarat, Kepala Dinas Potensi Maritim (Kadispotmar) Laksamana Pertama TNI Kingkin Suroso, Komandan Lantamal III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Ikin Sodikin A S, dan para pejabat terkait.

Pada pembekalan tersebut Menhan RI menekankan pentingnya memahami dan mengimplementasikan 4 pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika. Selain itu perlunya "National Character Building" yang pada akhirnya dapat mewujudkan rasa kesadaran bela negara, cinta tanah air, dan kesadaran akan pentingnya pengamanan perairan dan pulau terdepan, serta memiliki pengetahuan tentang potensi kelautan dan perikanan di wilayah Indonesia.

Pembekalan yang diikuti 340 peserta ini berlangsung dalam suasana akrab dengan diwarnai tanya jawab yang aktif dari tiap-tiap peserta yang merupakan perwakilan dari Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Saka Bahari di seluruh Indonesia. Pelantara dilaksanakan sejak 20 Agustus hingga 18 September 2013, dengan rute Surabaya-Jakarta-Makassar, Tanjung Batu Kalimantan Timur, Kwandang, Makassar, Jakarta, dan Surabaya.

Berbagai kegiatan Pelantara yang tahun ini mengusung tema "Festival Kreatif" ini dilaksanakan beberapa kegiatan, antara lain ukuran 1000 meter pada saat melaksanakan perkemahan di Tanjung Batu, Kalimantan Timur sebagai acara puncak yang diikuti 1.050 peserta Kwarda Pramuka Saka Bahari di seluruh Indonesia. (Letkol Laut Drs Heddy Sakti A/Mar)

Sumber : http://news.liputan6.com/read/696418/menhan-tekankan-4-pilar-kebangsaan-kepada-304-pramuka

Selasa, 17 September 2013

Banyumas Jadi Kwarcab Tergiat

Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Banyumas kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi, dengan kembali dikukuhkan sebagai Kwarcab Tergiat Jawa Tengah Tahun 2013. 

Penghargaan diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko kepada Bupati Banyumas, Ketua Kwarcab Banyumas Ir Didi Rudwianto, SH, M.Si dan Pengurus Kwarcab lainya, pada Apel Besar Gerakan Pramuka peringatan 52 Tahun Gerakan Pramuka Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Lapangan Desa Karangbanjar Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga, Sabtu (14/9). Turut mendampingi Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Prof DR S Budi Prayitno, M.Sc.

Perolehan prestasi tahun ini sangat luar biasa karena merupakan yang ke-26 kalinya atau lebih dari seperempat abad sejak tahun 1988 secara berturut–turut Kwarcab Banyumas menjadi Kwarcab tergiat tingkat Jawa Tengah. Prestasi ini sangat mustahil dikejar oleh daerah lain.

Ketua Kwarcab Banyumas Ir Didi Rudwianto SH M SI mengatakan bidang yang memperoleh predikat tergiat yaitu Tergiat I Bidang Organisasi dan Hukum, Tergiat I Bidang Binamuda, Tergiat II Bidang Binawasa serta Tergiat III Bidang Humas dan Pengabdian Masyarakat.

“Disamping meraih 4 prestasi tersebut Banyumas juga dilengkapi penghargaan terhadap Dewan Kerja Cabang (DKC) yang mendapat penghargaan sebagai DKC Tergiat Se Jawa Tengah” tambahnya.

Lebih lanjut Didi mengatakan, prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari seluruh jajaran Kwarcab Banyumas didukung oleh Mabicab dan seluruh anggota gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas.

Oleh karenanya Didi mengucapkan terima kasih kepada Mabicab, seluruh pengurus dan anggota Kwarcab, Kwaran, Gugus depan dan para penggiat serta anggota Pramuka sampai unit terkecil, atas kerjasama yang baik dan komitmen yang tinggi untuk mengembangkan gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas selama ini.

Bupati Banyumas Ir Achmad Husein selaku Ketua Mabicab yang ikut hadir dan menerima penghargaan mengharapkan kepada seluruh jajaran pengurus Kwarcab dan Pembina dan Anggota Pramuka di Kabupaten Banyumas agar prestasi ini tidak menjadikan mereka lengah, justru harus menjadi pemacu untuk terus melakukan pembinaan, peningkatan dan pengembangan khususnya pada bidang-bidang yang dirasa masih kurang.

“Saya sangat berharap ke depan semua bidang yang ada di Kwarcab Banyumas mampu  terus berprestasi, berprestasi dan terus berprestasi” katanya ditengah-tengah anggota Pramuka Banyumas yang ikut hadir di lapangan Karangbanjar.

Sumber :  http://www.jatengprov.go.id/?document_srl=139569

Senin, 16 September 2013

Pramuka Saka Bahari

Satuan Karya Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Satuan Karya ini membidangi bidang Kelautan.

Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL, Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan. Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
 

Krida-krida dalam Saka Bahari, sebagai berikut.
1.    Krida Sumberdaya Bahari
2.    Krida Jasa Bahari
3.    Krida Wisata Bahari
4.    Krida Reksa Bahari

SATUAN KARYA PRAMUKA BAHARI
(SAKA BAHARI)

Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam.

Tujuan dibentuknya Saka Bahari adalah untuk membina dan mengembangkan anggota Gerakan Pramuka agar :
Memiliki tambahan pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan kecakapan di bidang kebaharian, yang dapat menjurus kepada kariernya di masa mendatang.

Memiliki rasa cinta kepada laut dan perairan dalam berikut seluruh isinya pada khusunya dan rasa cinta kepada tanah air Indonesia pada umumnya.

Memiliki sikap dan cara berfikir yang lebih matang dalam menghadapi segala tantangan hidup, terutama menyangkut kebaharian.

Mampu menyelenggarakan proyek-proyek kegiatan di bidang kebaharian secara positif berdaya guna dan tepat guna, sesuai dengan minat dan bakatnya serta bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

Anggota Saka Bahari adalah :
Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega
Pramuka Penggalang Terap.

Pemuda berusia 14-25 tahun, dengan syarat khusus
Syarat menjadi Anggota Saka Bahari : Mendapat izin dari orang tua/wali dan pembina Gugusdepan

Sumber : http://materisaka.blogspot.com/

Minggu, 15 September 2013

Pramuka Basis Pengembangan Karakter

Pramuka harus menjadi basis pengembangan karakter. Oleh karena itu harus lebih diupayakan mendorong perkembangan dan kemandirian gerakan Pramuka untuk mempercepat  pembentukan karakter kaum muda lebih baik, sehingga kedepan dapat menjadi pemimpin bangsa yang handal.
Hal itu ditegaskan Gubernur Jatim Pakde Karwo selaku Pembina pada Apel Besar Hari Pramuka ke-52, di Landasan Udara (Lanud) Iswahyudi Magetan, Sabtu (14/9).

Menurutnya, di era globalisasi sekarang ini penuh dengan kemajuan iptek, tetapi manusia merupakan faktor penentu paling utama. "Untuk itu kita ingin membangun manusia yang memiliki karakter dan watak yang kuat. Kita memangun manusia khususnya kaum muda yang bukan hanya menguasai iptek, tetapi kaum muda yang mempunyai watak dan kepribadian sehingga mampu menghadapi perkembangan global," tandasnya

Pakde Karwo selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jatim mengutarakan, membangun karakter tidak hanya satu atau dua hari, tapi perlu ketekunan. Sehingga Pramuka sebagai pendidikan non formal menjadi bagian penting untuk membentuk karakter. Hal itu dapat dilakukan dengan memberi contoh dan keteladanan, seperti sopan antun pada orang tua, guru dan adik-adiknya. Selain itu menanamkan budaya antri, mengemudi kalau sudah punya SIM, tidak membunyikan klakson keras-keras di jalan, dan sebagainya.

Apalagi dengan adanya UU no 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, berarti merevitalisasi gerakan pramuka tidak hanya sekedar mengisi masa senggang, tetapi menjadi ekstra kurikuler wajib dalam kurikulum 2013.

Sementara itu Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jatim Drs. H Saifullah Yusuf seusai upacara mengatakan, anak-anak kalau bisa SD atau SMP harus diberi kesempatan  untuk bisa aktif dalam gerakan pramuka, karena ini pendidikan karakter, melatih ketrampilan dan dimotivasi untuk suka menolong.

Dalam kesempatan itu Pakde Karwo menyaksikan Gus Ipul menandatangani MoU dengan Badan Narkotika Nasional, Badan Lingkungan Hidup Provisi Jatim, dan Kerja sama dengan Ferderasi Aero Modelling.
Pakde Karwo juga menyematkan secara langsung tujuh penghargaan, yaitu kepada Wakil Ketua Kwarda Jatim Dr H Rasiyo, MSi, dan andalan warga Jatim Drs Ec Arif Sutjahyo Wahyo Utomo, Ak yang mendapat lencana Melati atas prestasinya megembangkan Pramuka di Jatim.

Selain itu penghargaan juga diberikan kepada Ir H. Dirgahayu Gadjah Perdana (Satya Wira Madya), Dody Santoso (Darma Bakti) H Fadeli, SH, MM (darma Bakti), H Latief Palgunadi (Panca Warsa Utama), dan  H Imam Suyuti Eka (Panca Warsa Utama).

Sementara itu untuk Lomba Pelaksana Implementasi Krida Saka Bakti Husada Terbaik, juara I, II dan III diraih oleh Saka Bakti Husada Tandes (surabaya), Saka Bakti Husada Bareng (jombang), Saka Bakti Husada Pesanggaran (banyuwangi). Sedangkan Saka Bakti Husada Kanigaran (kota probolinggo), dan Saka Bakti Husada Watulimo (trenggalek) masing-masing juara harapan I dan Harapan II.

Tahun ini Apel Besar digelar di Lapangan Dirgantara Lanud Iswahyudi Magetan, selain mendapat atraksi bernuansa kedirgantaraan, peserta apel besar juga mendapat kesempatan mengunjungi skuadron udara yang ada di pangkalan TNI AU Iswahyudi untuk menambah wawasan tentang pesawat-pesawat tempur yang dimiliki TNI.

Usai upacara digelar berbagai ketrampilan pramuka, antara lain persembahan Marching Band dari pramuka Ponpes Darul Hikmah Tulungaung dengan personil 150 orang. Selain itu  dari Satuan Brigade Penolong Kota Blitar dan kota Madiun yang mendemonstrasikan pertolongan jika terjadi suatu bencana. Tidak ketinggalan peragaan kecanggihan aero modeling karya cipta pramuka.

Hadir dalam kesempatan itu Pangdam V/Brawijaya, Ir. H Moch Djaelani, Asisten II Sekda Prov Jatim Dr H Akhmad Sukardi, Kepala Bakorwil I Madiun, anggota Mabida Gerakan Pramuka Jatim, Bupati selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Magetan, Ketua Kwartir Cabang se Jatim, Kepala Dinas/ Badan/ Kantor Provinsi Jatim, Forpimda Magetan, SKPD Magetan, dan lain-lain.

Sumber : http://www.beritalima.com/2013/09/pramuka-basis-pengembangan-karakter.html

Sabtu, 14 September 2013

Kemunduran Gerakan Pramuka Disebabkan Karena Kualitas Pengurusnya

Gerakan Pramuka merupkan organisasi yang bergerak dibidang pendidikan dan sosial kemasyarakatan. Metode pendidikan Pramuka sangat baik dan bisa menghasilkan generasi muda bertanggungjawab, disiplin, bermental baja, tangguh dan kreatif. Namun seiring perkembangan jaman Gerakan Pramuka semakin surut dari segi peminat dan kualitas pendidikannya. Dari segi peminatnya, Gerakan Pramuka dianggap organisasi yang ketinggalan jaman, sehingga mereka tidak terkesan untuk mengikuti Gerakan Pramuka. Sedangkan dari segi kualitasnya Gerakan Pramuka menurun dalam hal pendidikan dan metode pengajarannya.

Hal ini terjadi karena orang dewasa sebagai pembina pramuka mengalami penurunan kuantitas dan kualitas. dari segi kuantitas banyak pembina pramuka yang tidak mau terjun dan aktif mengabdikan dirinya untuk membina generasi muda dalam Gerakan Pramuka. Hal ini disebabkan berbagai macam alasan, entah karena faktor internal ataupun faktor eksternal. Sedangkan dari segi kualitas banyak pembina pramuka yang berasal dari orang-orang yang tidak pernah mengikuti pramuka sejak peserta didik. Mereka menjadi pembina pramuka hanya karena tuntutan. memang dalam gerakan pramuka tidak membatasi usia berapapun orang itu bisa mengikuti gerakan pramuka. sayangnya mereka-mereka ini yang ikut menjadi pembina pramuka banyak hanya karena tuntutan pimpinan tempat dia bekerja, sehingga dalam mengikuti dan mengembangkan kegiatan kepramukaan mereka setengah-setengah.

Selain itu kemunduran pramuka dikarenakan juga komposisi pengurus didaerah yang kebanyakan bukan orang pramuka asli. contohnya adalah banyak dari ketua kwartir cabang maupun daerah yang diambil dari pejabat daerah tersebut. baik apabila pejabat tersebut adalah anggota pramuka aktif, celakanya banyak dari mereka yang tidak pernah mengikuti pendidikan kepramukaan tetapi dijadikan ketua kwartir. tidak hanya jabatan ketua kwartir saja, pengurus dibawahnya juga banyak yang diambil dari pejabat dan pengusaha yang berduit atau pengambil kebijakan. alasannya agar pramuka bisa mendapatkan kucuran dana dengan mudah.

mental uang inilah yang menjadikan pramuka semakin terpuruk. bukannya pramuka semakin berkembang ditengah jaman yang gila ini, malahan pramuka bisa dibilang organisasi yang manja karena mementingkan dana. akhirnya pramuka hanya beraksi jika ada dana dan vakum kembali ketika dana itu habis.

saya mengajak kepada teman-teman generasi muda yang memang benar-benar ingin bangsa ini baik kedepan mari kita kembalikan pramuka kepada fungsi dan tugas yang sebenarnya, yaitu mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin, pelopor dann teladan yang siap bersaing dan bertanding diera globalisasi.

saya memohon kepada para pembina yang memang mempunyai tujuan yang mulia untuk mempersiapkan generasi muda agar mengikuti hati nuraninya untuk tidak sekadar karena kemudahan keuangan dalam memilih pengurus. saya berharap pengurus dalam gerakan pramuka adalah orang-orang yang benar-benar memahami apa itu pramuka sehingga bisa mengembangkan pramuka menjadi organisasi yang lebih diminati.

JANGAN SAMPAI JABATAN KETUA HANYA SEBAGAI NAMA SAJA TETAPI TIDAK MAU BEKERJA DAN MEMIKIRKAN TEROBOSAN-TEROBOSAN BARU BAGI PRAMUKA YANG DIPERUNTUKKAN UNTUK GENERASI MUDA.

Sumber : http://birokrasi.kompasiana.com/2013/09/14/kemunduran-gerakan-pramuka-disebabkan-karena-kualitas-pengurusnya-589569.html

Jumat, 13 September 2013

Waka dan Sekjen Kwarnas Hadiri HUT Pramuka di Kwarcab Muba

Sekayu, – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar upacara peringatan HUT ke-52 Gerakan Pramuka tahun 2013, di Stable Berkuda Sekayu, Selasa (10/9), dengan tema “Wujudkan bangsa yang berkarakter dan bermartabat melalui gerakan Pramuka”.
Bupati Musi Banyuasin yang juga Ketua Majelis Pembina Cabang (Ka Mabicab) Muba H Pahri Azhari, menjadi pembina upacara HUT Pramuka tersebut. Kegiatan ini antara lain dihadiri Wakil Ketua Kwarnas Sri Mardani, Sekjen Kwarnas Joedy Ningsih, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi, Sekda Muba Drs H Sohan Majid MM, Ketua Kwarda dan ketua harian Kwarda Sumsel H Abdul Sobur.
Bupati Muba dalam sambutannya mengucapkan selamat Hari Pramuka yang ke-52, mudah-mudahan gerakan pramuka Muba dapat terus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di Kabupaten Muba.
Dan Kwartir cabang gerakan pramuka Muba dapat terus maju dan berkembang melalui berbagai program kerjanya yang disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi saat ini, terutama dalam wujud pembinaan karakter generasi muda.
Bupati Muba mengatakan gerakan pramuka merupakan lembaga yang sangat tepat untuk menyiapkan generasi muda yang tangguh dan disiplin dalam menjalankan tongkat kepemimpinan bangsa ke depan.
Keberadaannya pun telah diakui dan memiliki karakter yang kuat dalam melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan terutama terhadap perkembangan yang terjadi di masyarakat.
Bupati Muba H Pahri Azhari juga mengajak segenap anggota pramuka Muba untuk selalu menjadikan Dasa Dharma Pramuka ini sebagai motivasi yang melekat dalam hidup keseharian.
“Mari kita tunjukkan bahwa pramuka adalah wadah pembinaan generasi muda, tidak hanya mampu membangun dirinya sendiri, tetapi juga mampu membangun lingkungannya, terutama dalam rangka mewujudkan cita-cita kita bersama menuju Permata Muba 2017,” ajaknya.
Kabag Humas Setda Kabupaten Musi Banyuasin Dicky Meiriando SSTP, MH menambahkan, pada kesempatan itu Bupati Muba juga menganugerahkan tanda penghargaan lencana melati kepada H Abu Bakar SH, dan tanda penghargaan Darmabakti kepada Ketua Harian Mabicab Muba Beni Hernedi dan Hj Lucianty Pahri.
Serta puluhan tanda penghargaan pancawarsa di antaranya kepada Susy Imelda Beni dan Hj Asmarani, yang diberikan sebagai pernyataan penghargaan Gerakan Pramuka atas jasanya yang sangat besar bagi perkembangan gerakan Pramuka Kabupaten Muba.
Acara tersebut turut disemarakkan oleh parade drum band, atraksi semapur dan devile pramuka oleh anggota Gerakan Pramuka Muba.

Sumber : http://infopublik.kominfo.go.id/read/54694/waka-dan-sekjen-kwarnas-hadiri-hut-pramuka-di-kwarcab-muba.html