Saturday, 31 May 2014

Kwarcab Melawi Tingkatkan Kualitas Pembina Pramuka

Nanga Pinoh. Pembina Pramuka dari Kecamatan Belimbing dan Belimbing Hulu mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD). Kegiatan yang dilaksanakan selama enam hari hingga Jumat (30/5) di SMP Negeri 2 Belimbing ini, diharapkan mampu meningkatkan mutu dan kapasitas Pembina Pramuka di Kabupaten Melawi.

“KMD bagi anggota dewasa, dan Pramuka Pandega yang akan membina anggota muda di Gugus Depan. Setelah selesai mengikuti kursus, peserta diwajibkan melaksanakan pengembangan dan pembinaan minimal 6 bulan,” kata Pimpinan Tim Pelatih KMD, H Budiyanto SPd MM ditemui saat pembukaan acara.

Pria yang akrab disapa Budi ini menerangkan berbagai kewajiban peserta. Tujuan digelar KMD jelasnya, untuk meningkatkan pengetahuan dan informasi Gerakan Pramuka pada Pembina yang saat ini menjadi peserta kursus. Lalu mengembangkan potensi, bakat dan minat kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Termasuk, meningkatkan loyalitas dan kualitas Pembina Pramuka. “Sasaran kursus ini, kita sangat mengharapkan agar Pembina Pramuka memahami dan melaksanakan AD/ART Gerakan Pramuka, menerapkan kepramukaan secara efektif dan efisien, serta pandai pengelola program kegiatan kepada peserta didik,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kwarcab Melawi, Muhtar SPd MPd mengungkapkan, Gerakkan Pramuka di Melawi saat ini dihadapkan pada persoalan rendahnya kualitas Pembina Pramuka. Secara gamblang Muhtar memaparkan, sudah sangat jarang muncul Pembina Pramuka baru yang memiliki pengalaman ketika menjadi Siaga, Penggalang, Penegak maupun Pandega. “Banyak Pembina muncul karena profesi sebagai guru yang notabenenya kurang berpengalaman dalam Gerakan Pramuka sebelumnya. Dampaknya pada kurangnya pemahaman tentang ide dasar pendidikan kepramukaan,” ulas Muhtar.

Muhtar menegaskan, KMD sangat penting bagi Pembina Pramuka. Sebab, secara nasional pun ada perubahan paket pendidikan dan latihan bagi orang dewasa dalam Gerakan Pramuka. Strategi pembelajaran yang dilaksanakan adalah 70 persen simulasi, 20 persen materi, dan 10 persen kesimpulan.

Perubahan lain, ulasnya, penambahan waktu praktik. Awalnya 14 jam, kini menjadi 32 jam. Serta komitmen pasca KMD berupa pengembangan yang terukur bagi Pembina. Namun Muhtar menilai, perubahan tidak akan bermakna jika Pembina Pramuka tidak terus berjuang dan adanya niat pengabdian. “Bangkitkan diri untuk terus membina dan senantiasa berbuat baik, serta menepati apa yang diucapkan. Ini makna sesungguhnya Ikhlas Berbakti Bina Bangsa Berbudi Bawalaksana,” ujurnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KMD, Ir Nahru MSi mengharapkan peserta KMD dapat mempraktikkan apa yang telah didapatkan di KMD di wilayah masing-masing. “KMD sangat penting, jangan sampai disia-siakan. Ikuti dengan baik, lalu praktikkan saat pembinaan dilakukan,” pungkasnya.

Sumber : http://www.rakyat-kalbar.com/melawi/300514/tingkatkan-kualitas-pembina-pramuka

0 comments:

Post a Comment